Tik Tok, Aplikasi yang Menguntungkan atau Merugikan?
- vstory
VIVA – Aplikasi Tik Tok merupakan salah satu aplikasi yang banyak digandrungi kalangan milenial di seluruh negara tidak terkecuali di Indonesia. Aplikasi ini dilluncurkan pertama kali pada tahun 2016 oleh Zhang Yiming asal Tiongkok dan menjadi booming hingga saat ini.
Terlebih era pandemi Covid-19 saat ini banyak masyarakat yang mengisi waktu luangnya dengan membuat berbagai video Tik Tok, yang sedang viral di media sosial. Penggunaan aplikasi tik tok tersendiri memiliki berbagai keuntungan dan kerugian.
Keuntungan menggunakan aplikasi ini diantaranya :
1. Menumbuhkan kreativitas para penggunanya
Banyak orang membuat berbagai konten yang menarik dengan disertai musik latar yang sedang banyak dipakai tidak jarang banyak video yang dibuat akhirnya menjadi viral dan banyak diikuti oleh banyak orang.
2. Sebagai sarana edukasi
Aplikasi Tik Tok ini banyak digunakan untuk memberikan berbagai informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya membuat seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi mengetahui berbagai invormasi melalui video yang dibuat.
3. Sebagai sarana marketing produk
Saat ini aplikasi Tik Tok ini menjadi salah satu alternatif yang dipilih banyak orang untuk mengenalkan produk yang pada akhirnya diketahui oleh banyak orang, tidak jarang bahkan beberapa produk menjadi laku keras di pasaran.
4. Sebagai sarana penghibur diri
Aplikasi ini memuat berbagai konten yang lucu dan edukatif yang dapat dijadikan sebagai penghibur diri terlebih pada masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan seseorang untuk tetap berada di rumah.
Kerugian penggunaan tik tok diantaranya :
1. Merupakan pemborosan waktu
Demi membuat satu video seseorang membutuhkan waktu yang tidak singkat. Selain itu seseorang yang hanya menghabiskan waktunya hanya untuk scroll aplikasi ini selama berjam-jam tentunya akan mengurangi produktivitas seseorang.
2. Membahayakan nyawa
Dalam pembuatan video tik tok tidak jarang seseorang melakukan berbagai adegan tanpa memperhatikan keselamatan jiwa yang berakhir pada kehilangan nyawa.
3. Memuat konten yang kurang baik
Terkadang banyak video tik tok dibuat tidak memperhatikan etika dan budaya yang ada di Indonesia serta memuat konten yang tidak sesuai untuk anak-anak. Bahkan aplikasi ini juga pernah di blokir di Indonesia pada tahun 2018.