Jenderal Dudung dalam Lingkaran Santri dan Habib
- vstory
VIVA – Jenderal Dudung Abdurachman adalah tokoh Islam yang berani menyuarakan anti radikal. Kiprahnya tegas sejak kepulangan HRS saat Pangdam Jaya, Jenderal Dudung Abdurachman yang tegas menurunkan baliho.
Di balik itu Jenderal Dudung Abdurachman mendapatkan dukungan penuh dari kyai. Pria bersorban yang mendampingi Kasad Jenderal TNI Dudung saat datang ke Markas Kopassus menjadi sorotan publik.
Sosok tersebut merupakan Habib Husein Baagil, pemimpin dari Majelis Ta'lim Wal Maulid Ar–Ridwan Tuban.
Husein memang terlihat dekat dengan Jenderal Dudung Abdurachman. Kebersamaan keduanya terlihat dalam beberapa momen. Ulama asal Tuban ini juga memberikan ucapan selamat saat Jenderal Dudung Abdurachman diangkat menjadi Kasad.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman adalah sosok yang dekat dengan pendidikan agama Islam sejak usia dini.
Mantan Pangkostrad bahkan mengakui bahwa dirinya adalah seorang santri, yang pernah menuntut ilmu agama di pondok pesantren.
Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat di mana Jenderal Dudung pernah menuntut ilmu merupakan salah satu ponpes tertua di Indonesia.
Pesantren ini didirikan oleh KH Muqoyyim bin Abdul Hadri, seorang mufti Keraton Cirebon, pada 1750. Santri Buntet menyebut KH. Muqoyyim dengan nama Mbah Muqoyyim.
Wakil Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, KH Khotimi Bahri menilai pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman soal "Tuhan bukan orang Arab" bukan termasuk penistaan agama.
Pernyataan tersebut perlu dipahami maksud dan konteks tata bahasanya, kata Khotimi Bahri dalam keterangan tertulis pada Kamis, 10 Februari 2022. Jenderal Dudung Abdurachman juga memperoleh dukungan kerajaan keraton nusantara.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman, S.E., M.M., beserta rombongan tiba di Puri Ageng Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan disambut di pintu gerbang Puri Ageng Blahbatuh Gianyar oleh Tokoh Puri ditandai dengan pengalungan bunga dan pemberian Hand Bucket Kepada Ketua Umum Persit KCK Ny. Rahma Dudung Abdurachman pada Kamis, 14 April 2022.
Jenderal Dudung Abdurachman yang sebelumnya menjabat Pangkostrad, ternyata memiliki darah Cirebon.
Bahkan, Dudung disebut-sebut masih masih memiliki darah Cirebon keturunan Sunan Gunung Jati dari Pangeran Sumbu Mangkurat Sari/Pangeran Trusmi (Syarif Wilayatullah) dari jalur putra "Pangeran Syekh Pasiraga" Depok, Cirebon dari jalur cicitnya yang bernama Kuwu Muharom Wira Subrata Kepuh.