Pria kelahiran Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935 ini memiliki nasionalisme yang kuat akan tanah air. Ia ingin dedikasikan hidupnya untuk kepentingan banyak orang. Keinginan ini sudah tertanam saat usia sekolah menengah.
Saat usianya yang masih 19 tahun, Kwik Kian Gie bersama pihak lain mendirikan SMA Erlangga di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan ia sendiri melanjutkan kelas tiganya di sana.
Lulus dari SMA di Surabaya, Kwik Gian Gie melanjutkan studinya ke Fakultas Ekonomi, Unversitas Indonesia, Jakarta. Setelah itu, ia meneruskan ke Negeri Kincir Angin, tepatnya di Nederlandsche Economiche Hogeschool Rotterdam yang kini bernama Erasmus Universiteit Rotterdam, Belanda. Tokoh-tokoh Indonesia, seperti Moh.Hatta, Sumitro Djojohadikusumo, Radius Prawiro, dan Arifin Siregar pernah kuliah di sini.
Kuliah di luar negeri mendekatkan dirinya dengan kedutaan besar Indonesia di Belanda. Kwik memilih dan memulai kariernya di sini sebagai Asisten Atase Kebudayaan dan Penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag pada tahun 1953 hingga 1964. Selanjutnya, ia pun beralih sebagai Direktur Nederlands-Indonesische Goederen Associatie. Namun, sebelum beroperasi, asosiasi ini bubar.
Tak ada kegiatan di Belanda, Kwik Gian Gie kembali ke Indonesia pada tahun 1970. Setelah menganggur satu tahun, ia bersama Ferry Sonneville, Dr. Indra Hattari, dan lainnya mendirikan PT Indonesian Financing & Investment Company, sebuah perusahaan keuangan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam pendirian dan kepengurusan berbagai perusahaan bersama teman-temannya di antaranya mendirikan PT Altron Panorama Electronic, PT Jasa Dharma Utama, PT Cengkih Zanzibar, dan PT ABN AmroFinance.
Tak hanya di bidang dunia usaha, pada tahun 1982, Kwik Gian Gie juga mendirikan lembaga pendidikan. Ia bersama Prof. Panglaykim mendirikan sekolah MBA pertama di Indonesia, yang bernama Institut Manajemen Prasetiya Mulya, Jakarta.
Lima tahun kemudian, Kwik Kian Gie bersama Djoenaedi Joesoef dan Kaharuddin Ongko mendirikan Institut Bisnis Indonesia (IBI) yang kini telah berganti nama menjadi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (Kwik Kian Gie School of Business).
Nama Kwik Gian Gie mulai terkenal saat terjun ke dunia politik sekaligus sebagai pengamat ekonomi. Sebagai pakar ekonomi, tentus saja, ia juga aktif menulis di berbagai media massa, pembicara di seminar-seminar, dan menjadi tamu acara talkshow televisi.
Dalam dunia politik, Kwik Gian Gie bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1987. Pada tahun yang sama, ia sempat dipercaya sebagai Anggota Badan Pekerja MPR mewakili partainya.
Kemudian, saat Megawati Soekarnoputri menjabat Ketua Umum PDI yang berganti nama menjadi PDI Perjuangan, Kwik Kian Gie dipercaya sebagai Ketua DPP merangkap Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan. Ia dikenal sebagai orang yang sangat kritis.
Kariernya di politik terus melejit. Ia diminta oleh presiden terpilih Abdurrahman Wahid menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia pada tahun 1999. Posisinya tak bertahan lama seiring lengsernya Abdurrahman Wahid.
Pada kabinet baru dengan Presiden Megawati, ia ditempatkan sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Ketua Bappenas periode 2001-2004. Setelah itu, Kwik Gian Gie tak lagi terlibat di politik praktis. Ia berkonsentrasi mengembangkan lembaga pendidikannya, menjadi pengamat ekonomi dan rujukan politikus-politikus muda yang kritis akan kebijakan pemerintah.
PENDIDIKAN
Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia
Nederlandsche Economiche Hogeschool, Rotterdam, Belanda
KARIER
Asisten Atase Kebudayaan dan Penerangan pada Kedutaan Besar RI, Den Haag (1963-1964)
Direktur Nederlands-Indonesische Goederen Associatie (1964-1965)
Direktur NV Handelsonderneming “IPILO Amsterdam” (1965-1970)
Pengurus Yayasan Trisakti (1968-Sekarang)
Pendiri PT Indonesian Financing & Investment Company (1971)
PT Altron Panorama Electronic
PT Jasa Dharma Utama
PT Cengkih Zanzibar
PT ABN Amro Finance.
Pendiri Kwik Kian Gie School of Business (1987)
Anggota Partai Demokrasi Indonesia (1987)
Anggota Badan Pekerja MPR (1987)
Ketua DPP merangkap Ketua Badan Penelitan dan Pengembangan di dalam PDI
Wakil Ketua MPR RI (1999)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (1999-2000)
Anggota Komisi IX DPR RI
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Ketua Bappenas (2001-2004)
PRESTASI
Bintang Mahaputra Adipradana RI
Berita Terkait
Kwik Kian Gie Sindir Trump hingga Uang Palsu dalam ATM
Round Up
7 November 2020
Kwik Kian Gie: Giliran Trump Tiru Indonesia
Dunia
6 November 2020
KPK Periksa Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli
Nasional
11 Juli 2019
Jelang Debat, Prabowo Temui Kwik Kian Gie dan Pelaku Pasar Modal
Nasional
13 Februari 2019
Pakai Kemeja Merah, Kwik Kian Gie Hadiri HUT PDI Perjuangan
Politik
10 Januari 2019
Ratna Sempat Temui Kwik Kian Gie Sebelum Sebar Hoax
Politik
5 Oktober 2018
Kwik Kian Gie Bantah Masuk Timses, cuma Penasihat Prabowo
Politik
21 September 2018
Penasihat Prabowo Ceramah di Markas Jokowi-Ma'ruf
Politik
21 September 2018
PDIP Tak Masalah Kwik Kian Gie Jadi Penasihat Prabowo-Sandi
Politik
18 September 2018
PDIP Klaim Konsep Ekonomi Kwik Kian Gie Justru Dijalankan Jokowi
Politik
18 September 2018
Fahri: Kwik Kian Gie Tak Mungkin Gabung ke Ekonomi Liberal
Politik
18 September 2018
PDIP Respons Pengakuan Kwik Kian Gie Pernah Tak Diacuhkan Jokowi
Politik
18 September 2018
PDIP Anggap Kwik Kian Gie Masih Kader meski Dicueki Megawati
Politik
18 September 2018
PDIP Ragukan Gagasan Ekonomi Kwik Kian Gie
Politik
18 September 2018
Kwik Kian Gie Curhat Gagasannya Diacuhkan, PDIP: Mungkin Jokowi Sibuk
Politik
18 September 2018
Prabowo Sebut Pertemuan dengan Kwik Kian Gie Bahas Ekonomi
Politik
18 September 2018