Syaima Salsabila Ngaku Depresi Hingga Tertarik Ngeganja

Syaima Salsabila
Sumber :
  • VIVA/ Andrew Tito/ Jakarta

VIVA – Kuasa hukum selebgram Syaima Salsabila, Michael Himan, menyebut penggunaan ganja oleh kliennya bertujuan untuk mengatasi depresi.

Sambil Menangis, Andrew Andika Minta Maaf ke Istrinya Usai Ketahuan Narkoba dan Selingkuh

“Dia konsumsi itu untuk kesehatan, ya susah tidur. Klien saya orang yang dari kecil sampai besar hidup sendiri, karena orang tua sudah lama enggak ada, jadi muncul seperti depresi, dan akhirnya gunakan barang haram tersebut untuk diri sendiri,” ujar Michael saat ditemui di Mapolres Metro Kakarta Barat, Senin 16 November 2020.

Michael berharap agar pihaknya dapat mengajukan rehabilitasi untuk Syaima, sebab kliennya hanya sebagai pengguna ganja dan tidak untuk dijual kembali.

Andrew Andika Pakai Narkoba, Diduga Lantaran Masalah Keluarga

“Soal proses hukum saya serahkan kepada bapak penyidik dan penegak hukum,” ujarnya.

Michael mengatakan Syaima Salsabila telah dijenguk oleh ayah kandungnya dan ibu sambungnya.

Andrew Andika Terjerat Kasus Narkoba, Tengku Dewi Tawarkan Bantuan Hukum?

Sementara saat konferensi pers, Syaima Salsabila mengaku menyesal atas tindakannya mengonsumsi narkoba.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia, sama fans-fans saya, saya minta maaf dan mengaku menyesal tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” ujar Syaima.

Sebelumnya, selebgram Syaima Salsabila (24) dan kekasihnya JRS (29) positif menggunakan narkoba jenis ganja dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

JRS ditangkap di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dari hasil pengembangan kasus setelah penangkapan selebgram keturunan Arab itu.

“Dari cek urine, keduanya positif menggunakan THC (tetrahidrokanabinol) atau ganja,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru.

Kini, Syaima Salsabila dan kekasihnya harus mendekam di rutan Polres Metro Jakarta Barat dan terancam pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 UURI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya