5 Fakta Menarik di Balik Dumbo, Pakai Ular Asli hingga Takut Tinggi
- Disney
VIVA – Dumbo, gajah kecil yang bisa terbang itu akhirnya siap naik layar lebar. Kisah Dumbo pertama kali dibuat pada tahun 1939 dalam buku yang disebut sebagai Roll-A-Book, sebuah boks dengan kenop-kenop kecil agar pembaca bisa membacanya melalui jendela. Helen Aberson dan Harold Pearl menulis cerita Dumbo the Flying Elephant.
Walt Disney kemudian membeli hak cipta atas kisah ini dan kemudian memublikasikannya sebanyak 1.430 kopi dalam bentuk buku biasa. Setelah sempat difilmkan baik dalam animasi maupun film pendek, untuk pertama kalinya, Dumbo dibuat dalam versi live-action reimagining.
Tim Burton didapuk sebagai sutradara dengan sejumlah aktor besar Hollywood ikut berperan di dalamnya. Dumbo siap tayang mulai 29 Maret mendatang. Sebelum menonton, berikut sejumlah fakta mengejutkan dari film live-action ini, berdasarkan siaran pers dari Disney yang diterima VIVA.
Dibuat senyata mungkin
Tim produksi membangun area sirkus dan Dreamland senyata mungkin dengan ceritanya. Dumbo syuting di luar London, di sebuah studio di Pinewood Studios East. Film ini jadi yang kedua yang syutingnya di area baru lokasi terkenal tersebut.
Berkuda
Colin Farrell sudah tidak asing lagi dengan kuda. Dia pernah menunjukkan kemampuannya di sejumlah film sebelumnya. Namun ketika karakternya di Dumbo sebagai mantan bintang sirkus dan penunggang kuda terkenal, Farrell berlatih dengan instruktur laso dan penunggang kuda.
Hewan asli
Roshan Seth memerankan pawang ular Premesh Singh dalam film ini. Selama proses pengambilan gambar, Seth membawa ular piton asli di lehernya untuk sebagian besar adegan yang dilakoninya.
Takut ketinggian
Eva Green dalam film ini memerankan seorang aerialis, pelaku akrobatik udara, Colette Marchant. Namun ternyata, Eva punya ketakutan akan ketinggian. Seorang aerialis profesional direkrut untuk menjadi pemeran pengganti dan menumbuhkan kepercayaan dirinya di udara. Tetapi akhirnya, Green berhasil menaklukkan ketakutannya dan berhasil melakukan banyak koreografinya sendiri.
Belajar ukulele
Pemeran Miss Atlantis, Sharon Rooney, menyanyikan lagu ikonik Baby Mine di film ini. Lagu tersebut punya tempat sendiri di hatinya, karena sang nenek kerap menyanyikan lagu ini waktu dia masih kecil.
Rooney harus memainkan ukulele untuk adegan ini, di mana dia tidak pernah belajar alat tersebut sebelumnya. Hanya butuh waktu seminggu untuk Rooney mempelajari lagu ini.