Pilkada Gowa, Paslon Tunggal Kampanye Virtual Pertama Kalinya
VIVA – Pasangan calon (paslon) tunggal Bupati dan Wakil Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Malaganni melakukan kampanye secara virtual di masa pandemi COVID-19.
Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi, Selasa (6/10) mengatakan, kampanye virtual yang dilakukannya sebagai bentuk komitmennya dalam upaya perlawanan maupun pencegahan penularan COVID-19 melalui kerumunan orang.
"Kami sedari awal sudah komitmen dalam perlawanan melawan COVID-19. Masyarakat harus diberikan contoh dan ini adalah salah satu upaya kami," ujarnya.
Ia mengatakan, kampanye virtual yang baru pertama kali dilakukan ini dinilainya jauh lebih aman karena menghindari adanya kerumunan orang dalam satu tempat melebihi kapasitas yang dipersyaratkan dalam penerapan protokol kesehatan.
Bukan cuma kampanye virtual, kampanye tatap muka pun dilakukan. Tetapi, hanya dilakukan bagi para tokoh masyarakat itu pun tanpa mengumpulkan banyak orang.
"Kami kampanyenya virtual. Kami akan patuh terhadap protokol kesehatan, kami tidak akan mengumpulkan massa, tidak melakukan kampanye yang mengundang banyak orang. Kita hanya akan melakukan virtual. Kami juga akan melakukan kunjungan ke tokoh-tokoh masyarakat selama ini memberikan dukungannya. Dan juga kepada tokoh-tokoh yang baru menyatakan bergabung di barisan Adnan-Kio," tuturnya.
BACA JUGA: PDIP Umumkan 5 Bakal Calon Pilkada di Jatim, Surabaya Belum
Meski begitu, dia memastikan bahwa kampanye virtual bisa disaksikan di semua desa dan kelurahan di Kabupaten Gowa. Lebih jauh Adnan menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong kampanye dan pilkada damai.
Adnan mengaku yakin dengan persatuan warga Gowa bisa menciptakan pilkada yang damai.
"Dengan kita semua menyatu di wilayah Kabupaten Gowa saya yakin dan percaya, kita akan melakukan pilkada yang sejuk, menghadirkan pilkada yang damai, yang santun, yang tentunya menjaga harkat dan martabadnya Kabupaten Gowa," tutur Adnan.
Olehnya itu dia berharap Pilkada Gowa tak hanya sekadar menjadi contoh hadirnya partisipasi pemilih yang tinggi, "Tapi juga menjadi contoh pilkada yang berlangsung aman, damai, jujur dan demokratis," ucapnya. (ant)