Bahayanya di dalam Mobil Pakai Kasur Selama Perjalanan Mudik
- Istimewa
VIVA – Masyrakat masih memilih mobil pribadi untuk mudik Lebaran, menurut data Kementerian Perhubungan prediksi tahun ini ada lebih dari 30 juta orang pulang ke kampung halaman pakai mobil pribadi.
Ada beragam alasan mobil pribadi menjadi pilihan, diantaranya karena dianggap lebih hemat, dan tidak repot jika ingin berpindah tempat. Padahal ada beberapa resiko yang harus ditanggung saat pakai kendaraan sendiri.
Salah satunya waktu istrahat berkurang, berbeda ketika pakai transportasi umum karena memiliki waktu istirahat yang lebih banyak saat di tengah perjalanan.
Selain itu pengemudi harus berhenti ke rest area terdekat untuk beristrirahat, agar menjaga kondisi fisik tetap prima, terutama mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh hingga berjam-jam.
Namun bukan hanya pengemudi yang butuh istrahat, tapi penumpang atau keluarga yang dibawa juga membutuhkannya, sehingga sebagian ada yang memanfaatkan aksesori tambahan berupa kasur.
Cukup banyak kasur khusus mobil yang beredar di pasaran. Sebagaian besar, kasur itu diletakan di baris kedua yang tidak perlu melipat kursi, karena ukurannya disesuaikan dengan dimensi bangku penumpang di mobil tersebut.
Ada juga yang ukurannya cukup besar, sehingga harus melipat kursi belakang agar kasur tersebut dapat terpasang.
Berbagai alasan seseorang membawa kasur tersebut saat perjalanan, diantaranya untuk berisrahat sopir saat bertukar posisi dengan penumpang lain tanpa perlu berhenti ke rest area, atau digunakan keluarga seperti anak, dan istri.
Padahal cara tersebut tidak dibenarkan, mengingat sangat berbahaya tidur di mobil terutama di tengah perjalanan. Terlebih kasur tersebut juga tidak dilengkapi seat belt atau sabuk pengaman yang mumpuni bagi penggunannya.
Pemilik Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu sempat mengatakan, tidak disarankan mengubah kabin mobil pribadi menjadi tempat tidur, karena bedampak pada faktor keamanan.
“Tempat tidur itu tidak mengikat orang, ketika terjadi deselerasi, tabrakan, terguling maka orang yang tidak terikat tersebut terkocok-kocok di dalam mobil,” ujar Jusri kepada Viva Otomotif pada saat itu, dikutip, Rabu 26 Maret 2025.