Indonesia Mampu Produksi 2,2 Juta Mobil

Ekspor mobil Indonesia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA.co.id – Penjualan mobil di Indonesia secara wholesales mengalami penurunan sepanjang Juni 2017. Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Saat yang Lain Turun, Produksi Mobil Ini Justru Naik

Berdasarkan data tersebut, penjualan mobil dari pabrik ke diler pada bulan keenam tahun ini hanya mencapai 66.755 unit.

Meski demikian, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, mengatakan, penjualan mobil secara domestik sejak Januari-Juni 2017 meningkat 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PHK Besar-besaran, Industri Otomotif Global Terancam Tumbang

"Penjualan domestik sampai dengan Juni 2017 mencapai 533.570 unit, naik 0,3 persen dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama. Proyeksi penjualan domestik selama 2017 adalah sebesar 1.1 juta unit kendaraan," kata Yohannes saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Terkait ekspor, Yohannes mengatakan ada peningkatan hingga 20 persen, yang terjadi sepanjang Januari-Juni 2017. Sehingga, target ekspor sepanjang tahun ini mencapai 200 ribu unit.

GIIAS Bandung 2024 Resmi Dibuka, Ini Harga Tiketnya

Meski penjualan naik, namun jumlah produksi mobil tahun ini mengalami penurunan hingga 0,7 persen pada periode Januari-Juni 2017. Kapasitas produksi secara keseluruhan mencapai 2,2 juta unit, karena Mitsubishi dan Wuling telah memiliki pabrik baru.

"Kapasitas produksi saat ini adalah 2,2 juta unit, setelah adanya penambahan kapasitas produksi dari beberapa anggota Gaikindo. Seperti Mitsubishi Motor, yang menambahkan kapsitas produksi dengan nilai investasi sebesar Rp7,5 triliun. Serta dibukanya pabrik baru oleh SGM Wuling, dengan kapasitas produksi mencapai 120 ribu unit dan nilai investasi sebesar Rp9 triliun," katanya.

VIVA Otomotif: Volkswagen Golf R 20th Anniversary

Kiamat Industri Otomotif! Ratusan Ribu Pekerja Terancam PHK Massal

Sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa ratusan ribu pekerja di sektor otomotif berisiko kehilangan pekerjaan dalam satu dekade mendatang

img_title
VIVA.co.id
4 November 2024