Daimler Truck Kembangkan Truk Berbahan Bakar Hidrogen
- Daimler Truck
Stuttgart, VIVA – Daimler Truck Holding AG mencatat kinerja keuangan yang stabil pada tahun 2024, meskipun mengalami tantangan di beberapa pasar utama.
Perusahaan berhasil mempertahankan hasil yang kuat di Amerika Utara dan bisnis busnya, sementara pasar Eropa dan Asia mengalami tekanan akibat melemahnya permintaan.
Kinerja dan Pencapaian di 2024 Setelah mencetak rekor pada 2023, Daimler Truck menghadapi penurunan permintaan di beberapa wilayah pada 2024, terutama di Eropa yang berdampak pada unit Mercedes-Benz Trucks. Namun, pemulihan di Amerika Latin membantu menyeimbangkan penurunan tersebut.
Uji coba truk Daimler Truck berbahan bakar hidrogen
- Daimler Truck
Dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Selasa 25 Maret 2025. secara total Daimler Truck menjual 460.409 kendaraan komersial di seluruh dunia, turun 12% dari tahun sebelumnya. Meski begitu, kendaraan listrik berbateraimengalami peningkatan signifikan sebesar 17% menjadi 4.035 unit.
Pada 2024, Daimler Truck meluncurkan versi terbaru dari Freightliner Cascadia di Amerika Serikat dan Mercedes-Benz Actros L di Eropa, dengan peningkatan aerodinamika dan efisiensi bahan bakar.
Produksi massal Cascadia baru akan dimulai pada 2025, sementara Actros L yang diperbarui sudah dikirimkan kepada pelanggan.
Di bidang kendaraan listrik, Daimler Truck memperluas portofolionya menjadi sebelas model, termasuk dimulainya produksi massal Mercedes-Benz eActros 600 dengan jangkauan 500 kilometer.
Perusahaan juga memperkenalkan prototipe bus listrik antar kota Mercedes-Benz eIntouro, yang dijadwalkan dikirim pada 2026.
Daimler Truck juga melanjutkan uji coba truk berbahan bakar hidrogen, GenH2 Truck, serta memperkuat kerja sama dengan Volvo Group dalam pengembangan teknologi kendaraan berat berbasis perangkat lunak.
Strategi Masa Depan Daimler Truck berencana memperkuat daya saingnya dengan menggabungkan bisnis di China dan India ke dalam unit Mercedes-Benz Trucks, bersama dengan operasional di Eropa dan Amerika Latin. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan efisiensi biaya.
