Tiga Bulan Lagi Dikirim ke Konsumen Jaecoo J7 Langsung Produksi Lokal

Test drive Jaecoo J7 PHEV Jakarta-Bali
Sumber :
  • Jaecoo Indonesia

VIVA – Jaecoo J7 menjadi mobil pertama Jaecoo di pasar Indonesia. SUV (Sport Utility Vehicle) dengan konfigurasi 5-penumpang itu ditawarkan dalam varian PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan konvensional.

Soal harga Jaecoo J7 PHEV dengan sebutan Super Hybrid System (SHS) dilego Rp599 juta, dan untuk tipe konvensional 1.600cc turbo AWD Rp549 juta, dan versi penggerak roda depan atau FWD Rp499 juta on the road.

Sejak keran pemesanannya dibuka pada pameran Indonesia Internasional Motor Show, atau IIMS 2025, Jaecoo J7 sudah mengantongi ratusan SPK (surat pemesanan kendaraan) dalam kurun waktu 13-23 Februari 2025.

"Terakhir sampai tanggal 22 sudah sekitar 200 SPK, lalu hari terakhir bertambah lagi jadi 300-an pemesanan dan banyak konsumen yang balik lagi di hari terakhir setelah mencoba mobilnya," ujar Head of Marketing Jaecoo Indonesia Evan Angganantika.

Menurutnya, konsumen yang sudah melakukan pemesanan sejak Februari akan menerima unit tiga bulan ke depan atau Mei 2025. Unit yang akan didistribusikan statusnya sudah produksi lokal di pabrik PT Handal Indonesia Motor di Pondok Ungu, Bekasi.

"Produksi Jaecoo J7 untuk sementara pakai pabrik Chery di Bekasi, dan kita mulai produksi April," tutur Evan di Bali, Kamis 27 Februari 2025.

Saat disinggung terkait investasi baru untuk membuat produknya di dalam negeri, Evan menyebut sudah ada rencana panjang terkait hal tersebut namun butuh waktu.

Mobil SUV dengan konfigurasi 5-penumpang itu memiliki dua sumber penggerak, pertama dihasilkan dari mesin bensin empat silinder berkapasitas 1.500cc turbo dengan tenaga maksimal 140 dk dan torsi 215 Nm.

Sedangkan sumber penggerak keduanya berasal dari motor listrik bertenaga 150 kW atau 201 dk dengan torsi puncak 310 Nm. Dinamo yang dapat memutar roda depan itu memanfaatkan arus listrik dari baterai 18,3 kWh.

Bedasarkan data di atas kertas secara gabungan SUV kompak itu bisa menyemburkan tenaga 255 kw atau 341 dk dan torsi 525 Nm. Disalurkan melalui transmisi matik ke roda depan secara paralel, atau terpisah.

Melalui pengujian WLTP (Worldwide Harmonized Light Duty Test) Jaecoo J7 PHEV bisa berjalan 90 kilometer hanya mengandalkan tenaga listrik, sedangkan hasil NEDC (New European Driving Cycle) 106 km.

Adapun ketika mesin pembakarannya ikut campur total jarak tempuhnya 1.200 km sampai 1.300 km.
 

Gara-gara aturan Impor Donald Trump Mobil China Bisa Terancam