Pamer Drone Canggih, Kim Jong-un Umumkan Kirim 3 Ribu Tentara Korut ke Rusia

VIVA Militer: Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un
Sumber :
  • KCNA

VIVA – Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, memamerkan pesawat nirawak (drone) terbarunya, Kamis 27 Maret 2025. Kim memeriksa uji coba drone tempur dan pengintai, yang akan digunakan oleh Tentara Rakyat Korea Utara (KPA).

Serbu Markas OPM, Satgas TNI AD Temukan Ladang Ganja di Pegunungan Bintang

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Radio Free Europe, Pyongyang merilis foto orang nomor satu Korut didampingi oleh pejabat tingginya di depan drone terbarunya.

Drone terbaru militer Korea Utara diklaim sangat mirip dengan milik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), General Atomics MQ-9 Reaper.

Pesawat TNI AU yang Membawa Misi Kemanusiaan Presiden Prabowo Tiba di Myanmar

Dalam laporan lain yang dilansir VIVA Militer dari Kantor Berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap News Agency, di balik pembangunan drone terbaru Korut ada campur tangan teknnologi Rusia.

VIVA Militer: Kim Jong-un mengawasi uji coba drone militer Korea Utara

Photo :
  • KCNA
Imam Buchori, Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus Melesat Naik Pangkat Lebih Tinggi

Dukungan rezim Vladimir Putin terhadap pembuatan drone militer Korea Utara, diyakini sebagai imbalan atas pengiriman 12.000 tentara Korut ke Moskow, untuk mendukung perang melawan Ukraina.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Korea Selatan (ROK Armed Forces) mengatakan jika Kim telah mengumumkan pengiriman sekitar 3.000 tentara Korut terbaru ke Rusia. 

Militer Korea Selatan menyatakan jika pengiriman kontingen tentara Korut ke Rusia, telah dilakukan pada Januari 2025 lalu. Langkah ini adalah yang kedua setelah sebelumnya pada akhir 2024.

"Kita bisa mengatakan bahwa Rusia sudah mulai bergantung pada Korea Utara dalam banyak hal,” ucap Oleh Saakyan, analis militer asal Ukraina. 

VIVA Militer: Kim Jong-un mengawasi uji coba drone militer Korea Utara

Photo :
  • KCNA

“Tidak hanya dalam hal peluru kendali, tetapi juga dalam hal senjata lainnya, serta dalam hal tentara," katanya.

Pengiriman pasukan tambahan Korea Utara pertama kali dilaporkan pada akhir Februari 2025. Akan tetapi, saat itu tidak ada pihak yang meyakini jumlahnya secara detail.

Perkembangan baru ini terjadi saat Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrei Rudenko, mengungkap jika ada rencana yang dibuat agar Kim mengunjungi Moskow akhir tahun ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya