Amerika Ciut, Iran Akan Perkuat Kapal Perang Dengan Senjata Canggih

VIVA Militer: Kapal perang Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (NEDSA)
Sumber :
  • Business Insider

VIVA – Industri pertahanan Iran tengah menunjukkan kemajuannya. Tentara Revolusi Islam Iran (IRGC) terus melakukan pembaharuan teknologi persenjataan dan menambah kemampuan senjata militernya. Ini yang membuat musuh bebuyutannya, Amerika Serikat (AS) ketar-ketir dengan Iran.

Pulau yang Cuma Dihuni Penguin Dekat Antartika Kena Sasaran Tarif Trump

Direktur Organisasi Industri Kelautan Kementerian Pertahanan Iran, Laksamana Amir Rastakari menyatakan, pihaknya berkomitmen akan terus menambah kemampuan Angkatan Laut Iran guna menghadapi ancaman dari musuh-musuh Iran.

Dia mengatakan, kapal perang-kapal perang Iran dalam waktu dekat ini akan dibekali sistem peluncur vertikal untuk rudal jelajah jarak jauh terbaru yang diproduksi oleh organisasi industri pertahanan Kelautan Iran. 

Menkeu AS Minta Negara yang 'Dihukum' Tarif Trump Tak Membalas: Terima Saja!

"Kami akan menyerahkan kepada Angkatan Laut dari tentara Iran "DNA" penghancur pada tanggal 20 Maret 2021," kata Laksamana Amir Rastakari saat menghadiri pameran senjata "Renaissance Industri Suku Cadang Militer Iran" dikutip VIVA Militer dari AMN, Kamis, 3 September 2020.

Tidak hanya itu, Dia juga berencana akan memberikan sejumlah helikopter Birozan kepada Angkatan Laut Iran untuk mensupport segala bentuk operasi laut di perairan Iran.

Negara Tetangga Indonesia Ini Paling Parah 'Dihukum' Trump soal Pemberlakuan Tarif

"Helikopter ini memiliki kecepatan tinggi dan dianggap ofensif karena sistem persenjataan yang diperlengkapi, dan memiliki kemampuan untuk bersembunyi dari radar di samping kemungkinan untuk mengangkut pasukan dan peralatan dari laut ke lokasi pantai manapun," ujarnya.

Laksamana Rastakari juga menegaskan, perkembangan industri pertahanan Iran saat ini tidak dapat diremehkan oleh negara-negara lain. Sebab, Iran memiliki potensi untuk mengekspor peralatan militer di berbagai bidang dan non-militer hingga miliaran dollar tiap tahunnya. Hebatnya, kemampuan itu bisa dilakukan Iran ditengah tekanan yang datang dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terhadap Iran selama ini. 

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso

Langkah Pemerintah Mitigasi Dampak Negatif Pengenaan Tarif Impor Trump ke Ekonomi RI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif resiprokal atau timbal balik sebesar 32 persen terhadap Indonesia. 

img_title
VIVA.co.id
3 April 2025