Akses Jalan Jadi Kendala Pariwisata Toraja
- VIVA.co.id/Al Amin
VIVA.co.id – Tana Toraja merupakan salah satu objek wisata yang cukup terkenal di dunia karena memiliki banyak peninggalan sejarah dari zaman purba. Hingga saat ini, wisatawan lokal maupun mancanegara cukup banyak datang ke destinasi itu.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa Tana Toraja adalah salah satu destinasi di Tanah Air yang bisa dikemas menjadi world class destination. Namun, dia menyayangkan akses untuk mencapai kawasan itu masih membutuhkan lama.
“Akses merupakan salah satu problem besar di Toraja. Karena dari Makassar, jalan darat masih 10-12 jam. Sementara standar dunia, jalan darat itu tidak boleh lebih dari 2 jam. Lebih dari itu, wisatawan boring dan tidak mau datang lagi,” kata Arief dalam siaran pers yang di terima VIVA.co.id, Minggu, 22 Januari 2017.
Karena itu, menurutnya, akses jalan menjadi poin penting dalam pengembangan destinasi wisata. Poin kedua adalah atraksi, keindahan dan keunggulan apa yang dimiliki oleh sebuah kawasan, sehingga menjadi magnet bagi orang untuk datang.
“Saya percaya, atraksi Toraja sudah sangat kuat. Culture-nya kuat, nature-nya juga kuat. Daya tariknya sudah kuat. Saya tidak pernah ragu dengan atraksi Toraja,” tutur dia.
Sementara untuk pengembangan pariwisata Sulawesi Selatan (Explore South Sulawesi), terutama Toraja, Arief menjelaskan, pemerintah akan mengembangkan wisata alam di Takanonerate, Selayar, Taman Nasional Batimurung. Selain itu, wisata budaya Toraja dan Bugis. Untuk unsur aksesibilatas, antara lain dikembangkan dan ditingkatkan kualitas jalan menuju destinasi, peningkatan Bandara Buntu Kuni Toraja dan H. Aroeppala Selayar.
“Akses ini selain darat juga air connectivity. Ada 3A juga, yakni Airlines, Airport dan Authority yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Jika akses Jakarta-Selayar, Jakarta-Toraja dibuka maka potensi wisata daerah itu bisa dieksplorasi,” tuturnya.