Berdekatan dengan Gadget Sebabkan Gangguan Konsentrasi

Ilustrasi ponsel.
Sumber :
  • Pixbay/helloolly

VIVA.co.id – Tak hanya memiliki dampak negatif mata, ternyata gadget juga memberi dampak buruk pada daya konsentrasi seseorang. Menurut studi terbaru, meski sedang tidak mengenakan gadget, namun berdekatan dengan gadget juga diketahui dapat merusak kemampuan kognitif otak.

Menkomdigi Bakal Keluarkan Aturan Batas Usia Pengguna Medsos bagi Anak-anak

Dilansir dari laman Medical Daily, para peneliti dari University of Texas, Austin, mengobservasi hampir 800 orang. Responden tersebut diberikan beberapa pertanyaan. Kemudian, peneliti mengkaji seberapa jauh para responden mampu fokus dan konsentrasi terhadap tes di depannya.

Saat memulai tes, para partisipan dibagi dua bagian. Kelompok pertama, para partisipan menyimpan gadget di dekatnya dalam mode diam dan sambil mengerjakan pertanyaan. Kelompok kedua, para partisipan dijauhkan dari gadget-nya saat mengerjakan tes.

YouTube Shopping Affiliates Mempermudah Pengguna Belanja Gadget Impian di Awal Tahun!

"Kami melihat adanya kaitan antara gadget dan para partisipan. Mereka yang memiliki gadget di dekatnya, lebih mudah melihat terus menerus ke arah gadget-nya. Kondisi ini membuat partisipan kekurangan kemampuan kognitifnya," ujar peneliti, Adrian Ward.

Peneliti menemukan, mereka yang jauh dari gadget-nya, memiliki kemampuan fokus yang baik dibanding mereka yang berdekatan dengan gadget. Hal ini disebabkan, pemikiran seseorang yang selalu ingin membuka gadget-nya, meski tidak ada pemberitahuan apapun.

Penting, 3 Trik Mengatur Aktivitas Gadget Remaja Saat Musim Liburan

"Ini bukan soal adanya pemberitahuan di gadget. Meski gadget dalam keadaan diam, orang lebih mudah terganggu dengan kehadiran gadget. Hal ini membuat performanya lebih buruk dibanding mereka yang memiliki jarak dengan gadget-nya," kata dia.

Ilustrasi anak main HP/gadget.

Psikolog Ungkap Manfaat Membatasi Medsos untuk Kesehatan Mental dan Tumbuh Kembang Anak

Pemerintah berencana membuat aturan baru mengenai pembatasan penggunaan media sosial untuk anak-anak. Hal ini diungkap oleh Menkomdigi Meutya Hafid. Apa manfaatnya?

img_title
VIVA.co.id
17 Januari 2025