Bahaya Penggunaan Teether Karet pada Bayi

Teether Bayi
Sumber :
  • Pixabay/Pavelkraus

VIVA.co.id – Jika Anda termasuk orangtua yang suka memberi buah hati teether karet berbentuk gelang untuk merangsang pertumbuhan giginya, pertimbangkanlah untuk menghentikannya. Karena, sebuah penelitian baru memperingatkan bahwa teether ini mengandung bahan kimia yang dapat merusak hormon.

Bahan kimia yang dapat merusak endokrin ini tidak boleh digunakan dalam produk untuk anak-anak.

Namun, belum ada penelitian yang pernah menguji keberadaan racun pada teether yang biasa ditemukan dalam plastik. Zat berbahaya yang biasanya terdapat dalam plastik ini disebut dapat meningkatkan risiko kanker, penyakit hati, dan obesitas.

Dilansir Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Chemical Society menemukan bahwa karet dot yang diuji mereka mengandung 100 persen Bisphenol A (BPA), Bisphenol S (BPS) atau Bisephenol F (BPF), yang juga disebut sebagai zat kimia perusak endokrin.

Selain itu, sebagian besar karet ini juga mengandung paraben dan antimikrobial, seperti triklosan dan triklokarban.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji 59 teether solid yang berisi gel, atau air yang dibeli secara online di Amerika Serikat. Produk teether ini diduga berpotensi mengandung zat kimia perusak endokrin.

Meski semua produk tersebut dilabeli bebas BPA, atau tidak mengandung bahan kimia berbahaya, semua produk itu ternyata mengandung BPA.

Bahan kimia perusak endokrin banyak ditemukan pada ribuan produk sehari-hari, mulai dari plastik, wadah makanan dari logam, hingga deterjen, pemadam api, mainan, dan kosmetik.

Main Korek Api di Kamar, Dua Balita Tewas Terpanggang

Produk-produk ini mengandung sejumlah zat kimia, salah satunya disebut dengan PBDE yang biasa ditemukan pada pemadam api.

Sedangkan Bisphenol A yang ada dalam plastik polikarbonat biasa digunakan untuk botol isi ulang dan wadah makanan. Zat kimia phthalates biasa digunakan untuk botol kemasan air mineral. Zat kimia tak terlihat yang ini dapat menyebabkan gangguan neurologis dan prilaku seperti autisme dan ADHD. Zat kimia ini juga dapat mempengaruhi IQ.

Tragis, Bayi 17 Bulan Ditemukan Menyusu dari Mayat Ibunya

Selain itu, zat kimia tersebut juga dapat memanipulasi hormon sedemikian rupa sehingga dapat menyebabkan kanker, diabetes, ketidaksuburan pada pria, dan endometriosis.

Penelitian ini dilakukan di tengah semakin banyaknya studi yang memperingatkan adanya bahaya zat beracun ini.

Amankah Memijat Perut Balita yang Sakit?

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa zat kimia yang ada di produk ini juga bisa tercemar ke air.

ilustrasi dot bayi

Ilustrasi ibu dan anak/parenting/anak bermain.

Dianggap Sepele, Permainan Ini Ampuh Asah Kemampuan Anak Balita

Pengembangan anak usia dini yang berkualitas menjadi investasi utama agar dapat mewujudkan visi pemerintah Generasi Emas Indonesia 2045.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2023