Vaksin Kanker Serviks untuk Anak SD Bikin Menopause Dini?
- Pixabay/dfuhlert
VIVA.co.id – Data dari Globocan 2012 menunjukkan, tingkat insidensi dan mortalitas kanker leher rahim atau kanker serviks di Indonesia adalah yang paling tinggi di Asia Tenggara. Insidensi di wilayah itu sekitar 20.928 dan mortalitas 9.498. Untuk mencegah hal ini, Pemprov DKI sudah mulai melakukan pencegahan dini, dengan pemberian vaksin Human Papiloma Virus (HPV) kepada anak usia sekolah dasar (SD).
Di tengah perjalanan pemberian vaksin ini, timbul pro dan kontra bahwa pemberian vaksin HPV terlalu dini, untuk usia anak sekolah dasar 9-12 tahun, bisa menimbulkan menopause dini.
Mengenai hal ini, Vaksinolog lulusan University of Sienna, Italy, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD mengatakan tidak benar, efek pemberian HPV bisa menyebabkan menopause dini. "Enggak benar," kata dr. Dirga pada VIVA.co.id, Sabtu, 26 November 2016.
Seperti diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mulai melakukan program pemberian imunisasi HPV melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kepada murid perempuan kelas 5 SD atau sederajat (dosis pertama) dan kelas 6 SD atau sederajat (dosis kedua, mulai tahun 2017).
"Diperkirakan sekitar 75 ribu siswi kelas 5 SD dan sederajat akan diberikan vaksin HPV," kata Koesmedi Prihato, Kadis Kesehatan DKI Jakarta September 2016 lalu.
Pemprov DKI juga sudah menyiapkan semua tenaga medis Puskesmas sebagai pemberi vaksin di sekolah dalam kegiatan BIAS. Ia pun sempat mengimbau agar orangtua ikut serta mengambil peran aktif untuk melindungi putrinya dari risiko kanker serviks.Dan seperti diketahui pula, kagiatan BIAS HPV sudah dicanangkan pada 4 Oktober 2016 lalu.