Waspada Diabetes pada Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil.
Sumber :
  • Pixabay/Pexels

VIVA.co.id – Diabetes memiliki beberapa tipe, salah satunya adalah yang umum menyerang ibu hamil, atau yang disebut dengan diabetes gestasional.

Jaga Gula Darah Stabil dengan 12 Makanan Super Ini untuk Diabetes

Dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Sandra Utami Widyastuti, SpPD menjelaskan, diabetes gestasional terjadi karena dipengaruhi perubahan hormonal selama masa kehamilan.

"Pada saat dia tidak hamil, kadar gula darahnya baik. Atau, setelah melahirkan kadar gula darahnya turun. Perubahan hormon ini yang mempengaruhi kadar gula darah. Tapi, walaupun temporer, penderita berisiko besar menderita diabetes di kemudian hari," kata Sandra saat media gathering di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis, 10 November.

Dianggap Berisiko! 6 Kondisi Kehamilan Ini Disarankan Periksa ke Konsultan Fetomaternal, Apa Itu?

Terjadinya perubahan hormon ini mengakibatkan insulin yang bekerja mengubah gula menjadi energi tidak berfungsi dengan baik, sehingga gula menjadi meningkat di dalam darah.

Tentu saja ini akan berisiko pada janin yang dikandung. Sandra mengatakan, ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional masuk ke dalam golongan kehamilan berisiko tinggi atau high risk pregnancy.

Waspada Hipertensi Saat Kehamilan! Ini Tips untuk Mencegahnya

"Karena itu harus dilakukan monitor kesehatan pada ibu dan bayi. Akibatnya bisa bayi lahir terlalu gemuk, kurus, atau prematur. Dan risiko bayi meninggal di dalam perut pun tinggi. Karenanya, diabetes saat hamil harus dimonitor secara ketat," kata Sandra.

Risiko diabetes gestasional juga bisa terjadi jika bayi sebelumnya lahir dengan berat lebih dari 4 kilogram.

Untuk pengobatan diabetes gestasional, Sandra menambahkan, hanya menggunakan insulin saja. Karena ibu hamil tidak bisa menggunakan obat-obatan untuk menjaga keselamatan janin. (ase)

Ilustrasi anemia

Banyak Wanita Indonesia Menderita Anemia, Ini 4 Vitamin yang Dibutuhkan

Tidak sedikit wanita Indonesia mengalami kondisi kurang darah. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi anemia pada wanita Indonesia 18 persen.

img_title
VIVA.co.id
24 Desember 2024