Harga Alkes Lokal Kini Bisa Diketahui Lewat Katalog Online
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id – Selama ini, Alat Kesehatan (Alkes) produksi dalam negeri masih jarang dipakai di fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah daftar harga yang belum diketahui publik sehingga terkesan disembunyikan.
Agus Prabowo, Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPB) menuturkan bahwa keadaan harga pasar yang belum terbuka, membuat masyarakat tidak tertarik membeli alkes produksi negeri sendiri. Sehingga, harga alkes harus dipaparkan secara terbuka di depan publik.
"Persoalan sekarang, di pasar banyak barang yang harganya tidak terbuka. Jadi harga-harga alkes ini nggak ada yang tahu pasti karena disembunyikan. Nah, di sini bisa membuat harganya malah jadi mahal," ujar Agus dalam peresmian Sosialisasi Peningkatan Produk Alkes Dalam Negeri oleh Menkes RI di Balai Kartini, Jakarta, Selasa 30 Agustus 2016.
Salah satu upaya agar tidak adanya harga yang ditutupi yaitu dengan e-Catalog. Di mana, Alkes beserta harganya terpampang dengan jelas di situs e-commerce.
"Upaya LKPB yaitu memindahkan semua barang tersebut dalam satu sistem. Jadi pembeli bisa cek masing-masing harga dari barang yang mereka mau," jelasnya.
Ia menuturkan, upaya ini harus dibantu oleh beberapa kolaborasi dengan para produsen e-commerce sehingga kepastian harga yang dipajang, memang membuat masyarakat tertarik untuk membeli alkes produksi dalam negeri. Apalagi, dengan adanya e-Catalog, maka penjualan alkes dalam negeri bisa terlihat secara merata.
"E-Catalog ini baru pertama kali ada di Asia Tenggara yaitu di Indonesia. Dengan bantuan e-Catalog maka akan terjadi market yang fair dan competitif," kata dia.