Gaspol Ibadah! Ini Cara Tetap Fit Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Ilustrasi puasa.
Sumber :
  • pixabay

Jakarta, VIVA – Selama bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Selain fokus melaksanakan ibadah, tubuh kita pun juga membutuhkan perhatian ekstra selama berpuasa, sebab pola makan kita berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat sahur dan berbuka. 

Kado Lebaran Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Dex Series, Ini Rinciannya

Perubahan ini tentu memengaruhi kebiasaan tubuh dalam mengelola energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengatur pola makan dan asupan gizi di bulan penuh berkah ini. Lantas seperti apa tetap fit di penghujung Ramadan tahun ini? Berikut ini tips dari dokter sekaligus konten kreator kesehatan, dr. Nadia Alaydrus yang dikutip dari akun TikTok miliknya. 

1. Berbukalah dengan "buah" yang manis

Jamaah An Nadzir Gowa Tetapkan Idul Fitri 2025 Jatuh Pada Minggu Besok 30 Maret

Di bulan puasa, anjuran "berbukalah dengan yang manis" menjadi ungkapan khas yang sering disampaikan khususnya ketika menentukan jenis hidangan yang akan disantap saat berbuka puasa. Namun, Nadia berpendapat bahwa sebaiknya, masyarakat memilih manis alami saat berbuka puasa, seperti dari buah-buahan, dibandingkan dengan makanan atau minuman yang mengandung gula artifisial.

"Selama berpuasa, gula darah kita dapat berpotensi menurun, sehingga mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi secara langsung bisa membuat kadar gula darah kita melonjak secara drastis. Kenaikan ini diikuti dengan naiknya kadar insulin, sehingga bisa menyebabkan kita kembali lapar dengan lebih cepat,” kata dia.

Ini yang Dijanjikan Rasulullah SAW Jika Memberi Makan Orang Berpuasa

Nah, jika kamu tetap ingin berbuka puasa dengan yang manis, dr. Nadia menyarankan untuk berbuka dengan 3 butir buah kurma dan tidak direkomendasikan lebih, sebab satu buah kurma mengandung kalori yang cukup tinggi. Alternatif lainnya, kamu bisa memilih buah segar, tetapi hindari buah kaleng atau jus kemasan yang sering mengandung tambahan gula.

2. Atur urutan makan, kenyang jadi lebih lama

Apakah kamu sering merasa lapar, padahal sudah makan banyak saat buka puasa? Nah, Nadia menjelaskan bahwa kamu bisa jadi mengalami Post Prandial Hiperglikemi, atau kondisi di mana kadar gula menjadi tinggi setelah makan dan melebihi batas normal. Seseorang dikatakan berada dalam kondisi ini apabila kadar gula mereka 7,8 mmol/L dalam 1-2 jam setelah makan. Lalu, bagaimana caranya agar kita tidak cepat kenyang?
 
Terkait hal ini, Nadia punya cara mudahnya. Pertama, ubah urutan makan kamu saat perut masih kosong. Urutan yang paling ideal adalah sayur-sayuran, protein, lemak, dan karbohidrat sederhana (seperti nasi, mie, atau pasta). Kedua, kunyahlah makanan secara perlahan, sebab kebiasaan ini bisa membantu pencernaan menjadi lebih lancar dan mencegah kecenderungan kita untuk mengonsumsi makanan berlebih.

3. Makan santan dan gorengan boleh, tapi seimbangkan juga isi piringmu

Meski disajikan makanan-makanan enak, Nadia menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi dalam piring kita saat sahur dan berbuka puasa. Kita tetap bisa mengonsumsi makanan-makanan bersantan dan goreng-gorengan khas Ramadan, namun perlu diimbangi dengan makanan bernutrisi seperti buah dan sayur. Selain itu, kita juga bisa membuat hidangan versi lebih sehat dengan mengganti bahan-bahan masakan olahan, seperti daging olahan, bumbu instan, dan lainnya dengan bahan-bahan yang lebih asli. 
 
Untuk memudahkan kita menjaga nutrisi yang masuk ke tubuh, Nadia menyarankan untuk membagi piring menjadi tiga bagian: sepertiga piring untuk karbohidrat, lalu sisanya untuk protein dan sayur-sayuran. Sementara camilan seperti gorengan dan kue memang diibaratkan Nadia sebagai 'kalori kosong' karena kandungan kalori tinggi namun minim zat gizi. Ia pun menyarankan agar kita cukup mengontrol jumlah yang dikonsumsi agar tidak melebihi batas kebutuhan kalori harian.

Sebagai informasi, dari sahur sampai berbuka, komunitas dan kreator di Indonesia dapat menemukan inspirasi dan berbagi keseruan #RamadanDiTikTok melalui sajian konten beragam yang lebih panjang, termasuk informasi bermanfaat seputar menjaga kesehatan saat berpuasa. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya