Tips Dokter: Aturan Minum Air Putih Saat Ramadhan Agar Ginjal Tetap Sehat

Ilustrasi Minum Air Putih
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Jakarta, VIVA – Asupan air menjadi hal sangat penting yang harus diperhatikan salah satunya untuk menjaga kesehatan ginjal. Asupan air ke dalam tubuh tetap perlu diperhatikan saat bulan puasa atau Ramadhan. Seperti apa aturannya agar kondisi tetap fit dan kerja ginjal tetap sehat?

Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI Buat Bagi-bagi THR, Simak Jadwal dan Persyaratannya di Sini!

Pada saat ditemui, Prof. dr. Ponco Birowo, Sp. U (K), PhD sebagai Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals Asri, menjelaskan bahwa asupan air yang cukup untuk tubuh tetap harus dipenuhi saat bulan Ramadhan.

Dokter Ponco Birowo

Photo :
  • VIVA.co.id/Aiz Budhi
Belanja Kebutuhan Lebaran? Catat Jadwal Late Night Sale di Berbagai Mal

Ada total delapan gelas air yang harus diminum selama periode waktu buka puasa sampai dengan imsak setelah sahur. Ada pembagian waktu untuk minum delapan gelas air tersebut, pertama 2-3 gelas saat buka puasa dan 1 gelas sebelum tidur. 

"Kalau kita buka puasa makanannya udah satu meja, begitu kita minum seteguk udah kenyang langsung, nah itu yang bahaya jadi minumnya sedikit," kata dr. Ponco Birowo ditemui dalam acara RS Siloam ASRI Luncurkan Urinary Stone Center, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Februari 2025.

Rahasia Masak Opor Lebaran Tanpa Santan Tetap Gurih Rendah Kolesterol, Intip Resepnya di Sini!

"Harus kita pastikan dulu kita minum, buka puasa itu 2-3 gelas, nanti mau tidur 2 gelas lagi, itu udah 5 (gelas)," tambahnya. 

Setelah itu, saat bangun tidur jelang sahur minum satu gelas air lagi, ditambah dua gelas jelang imsak sehingga total delapan gelas.

"Nanti pada saat sahur, pas bangun sahur 1 gelas, pas sebelum imsak 2 gelas lagi, jadi totalnya harus 8 gelas," kata dr. Ponco Birowo.

Meski efeknya akan lebih sering buang air kecil, namun akan ada manfaat luar biasa untuk kesehatan ginjal dan mencegah timbulnya batu ginjal dengan minum delapan gelas air. 

"Memang efek samping yang kurang enaknya itu jadi kita sering kencing pas lagi tidur," kata dr. Ponco Birowo.

"Tapi dibandingkan nanti kita harus operasi harus ini atau sakit, lebih baik minum. Memang jadi bangun-bangun untuk kencing, ya dari pada kita sakit jadi batu lebih baik kita bangun," tambahnya. 

Selain minum, makan-makanan berserat juga penting untuk tubuh saat bulan Ramadhan.

"Makanan yang berserat supaya buang air besarnya lancar, sama kalau buah-buahan kita pilih yang banyak airnya, itu yang lebih bagus," kata dr. Ponco Birowo. 

Urinary Stone Center

Perlu diketahui, Batu saluran kemih sering kali muncul tiba-tiba dengan nyeri luar biasa yang mengganggu aktivitas. Untuk memberikan solusi efektif, RS Siloam ASRI kini menghadirkan Urinary Stone Center, pusat layanan unggulan dengan teknologi mutakhir dan metode minimal invasif. Dengan memanfaatkan teknologi diagnostik dan prosedur medis terkini, Urinary Stone Center RS Siloam ASRI berkomitmen memberikan perawatan yang efektif, minimal invasif, serta mempercepat waktu pemulihan pasien.

Dalam upaya memberikan perawatan terbaik, Urinary Stone Center RS Siloam ASRI memiliki teknologi terkini dan menyediakan berbagai opsi metode pengobatan batu saluran kemih yang disesuaikan dengan ukuran, lokasi, kekerasan, dan karakteristik batu. Beberapa tindakan non-invasif dan minimal invasif untuk semua jenis batu saluran kemih yang bisa dilakukan di center ini antara lain:
•    Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)
Prosedur non-invasif untuk menghancurkan batu ginjal, ureter, atau kandung kemih dengan gelombang kejut. Pecahan batu yang dihasilkan dikeluarkan secara alami melalui urine. Metode ini digunakan untuk batu berukuran 1-2 cm yang tidak terlalu keras.

•    Ureterorenoscopy (URS)
Prosedur tanpa sayatan untuk mengatasi batu di ureter yang tidak cocok dihancurkan dengan ESWL. Dengan ureteroscope yang dimasukkan melalui uretra, prosedur ini menggunakan Thulium Fiber Laser (TFL) untuk menghancurkan batu secara efektif dengan risiko komplikasi lebih rendah.

•    Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS)
Prosedur tanpa sayatan untuk menghancurkan batu ginjal kecil hingga sedang (1-2 cm) yang keras dan sulit dijangkau. Dengan ureteroscope yang dimasukkan melalui saluran kemih, Thulium Fiber Laser (TFL) digunakan untuk menghancurkan batu. Teknologi continuous flow & suction membantu mengurangi risiko infeksi dan langsung mengeluarkan pecahan batu, mempercepat pemulihan. 

•    Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) & Mini-PCNL
Prosedur minimal invasif untuk batu ginjal besar (>2 cm) dan sangat keras. Dengan sayatan kecil di pinggang (0,8-1 cm), nephroscope digunakan untuk memecah dan mengangkat batu, menjadikannya metode yang sangat efektif untuk kasus batu ginjal yang lebih kompleks.

Sebagai alternatif dengan risiko lebih rendah dan pada kasus batu ginjal pada anak / balita, tersedia juga Mini-Percutaneous Nephrolithotomy (Mini-PCNL), dengan alat lebih kecil (0,5-0,7 cm), menjadi alternatif dengan risiko lebih rendah, terutama untuk anak-anak, karena mengurangi perdarahan dan mempercepat penyembuhan.

•    Cystoscopy Lithotripsy
Prosedur minimal invasif untuk menghancurkan batu kandung kemih tanpa sayatan. Cystoscope/urethroscope dimasukkan melalui saluran kemih untuk menghancurkan batu secara langsung. Proses ini cepat, mempercepat pemulihan, dan dapat dikombinasikan dengan laser untuk hasil lebih efektif.

•    Urethroscopy Lithotripsy
Prosedur minimal invasif untuk menghancurkan batu uretra tanpa sayatan. Cystoscope/urethroscope dimasukkan melalui saluran kemih untuk menghancurkan batu secara langsung. Prosedur ini cepat, mempercepat pemulihan, dan dapat dikombinasikan dengan laser untuk hasil lebih optimal.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya