Penderita Kanker Akan Dikenakan Urun Biaya, Benarkah?

Ilustrasi BPJS Kesehatan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

VIVA – Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menjadi kekhawatiran di masyarakat.

Penyanyi Cilik Atiya Purnomo Rilis Lagu Manusia Istimewa, Apresiasi Buat Pejuang Kanker Anak di Indonesia

Peraturan yang menjadi syarat urun biaya ini menimbulkan pertanyaan, seperti apakah penyakit kanker juga akan menjadi salah satu daftar penyakit yang dikenakan urun biaya. Hal ini mengingat, kanker sendiri menempati posisi kedua beban pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terbanyak dengan nilai Rp2,7 triliun. 

Lantas, benarkah kanker akan masuk ke dalam daftar penyakit yang diatur dalam urun biaya tersebut?

Terpopuler: Ramalan Zodiak, 5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

"Tidak ada urun biaya untuk itu (kanker). Tapi ini belum (daftar penyakitnya) ini akan diteliti satu-satu. Kanker tidak (masuk). Mau dibuat daftarnya dulu. Masa orang kanker  disuruh urun biaya," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam Peringatan Hari Kanker Sedunia, di Kementerian Kesehatan, Senin, 4 Februari 2019. 

Nila menjelaskan, peraturan yang baru diterbitkan itu bertujuan untuk melakukan kendali mutu dan kendali biaya dan untuk mengatur peserta yang melakukan tidak disiplin atau moral hazzard. 

Menkes Budi Sebut Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tak Perlu Pakai BPJS, Tapi…

"Tentu kita sebagai pemakai kadang tidak disiplin, kadang saya kelas 3, terus mau VVIP. Jadi itu tidak ada (urun biaya kanker). Hanya pada yang melakukan moral hazzard. Untuk pasien kanker sudah ada standar untuk pengobatannya," ungkap Nila. 

Lebih jauh, Nila menegaskan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan pembahasan dan meminta masukan dari berbagai stakeholder untuk menyusun daftar penyakit yang dimasukkan dalam aturan urun biaya. (ldp)

Ilustrasi pasangan baru menikah sedang hamil

Tunda Pernikahan Sampai Usia Matang, Ini yang Harus Dilakukan agar Tetap Bisa Punya Anak

Fertility preservation yang berarti pelestarian atau pengawetan kesuburan adalah proses seseorang menyimpan atau melindungi sel telur, sperma, atau jaringan reproduksi.

img_title
VIVA.co.id
31 Januari 2025