Ketika Investasi Bukan Cuma Soal Cuan, Tapi Juga Soal Literasi
- pexels.com
Jakarta, VIVA – Dalam dunia yang semakin digital dan cepat berubah, investasi bukan lagi sekadar soal mengejar keuntungan finansial semata. Kini, semakin banyak orang—terutama generasi muda—melihat investasi sebagai bagian dari gaya hidup cerdas. Namun, di balik layar layar monitor dan grafik yang terus bergerak, ada satu elemen yang kini semakin mendapat sorotan, literasi.
Perkembangan industri keuangan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang cukup menjanjikan. Scroll lebih lanjut ya.
Namun di tengah derasnya arus informasi tentang investasi, masih banyak masyarakat yang tertarik mencoba, tetapi belum memahami sepenuhnya cara kerja instrumen keuangan yang mereka pilih. Di sinilah pentingnya kehadiran perusahaan keuangan yang tidak hanya menawarkan layanan, tetapi juga membawa misi edukasi.
Salah satu contoh terbaru datang dari sebuah perusahaan pialang berjangka yang telah berkiprah lebih dari dua dekade. Baru-baru ini, mereka resmi memperoleh izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Perantara Pedagang Efek Derivatif Keuangan. Ini bukan hanya pencapaian administratif, tapi juga menjadi bentuk pengakuan bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh regulator.
Zulfan Syaiful Bahri selaku Direktur menyampaikan bahwa legalitas dari OJK merupakan cerminan dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri keuangan Indonesia.
"Izin dan legalitas dari OJK ini merupakan komitmen perusahaan untuk semakin memperkuat posisinya sebagai pialang berjangka yang berperan penting mendukung pertumbuhan industri keuangan di Indonesia," ungkapnya.
Lebih jauh, Zulfan menegaskan pentingnya kepercayaan regulator sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Regulator kepada Didimax. Bagi kami ini merupakan satu langkah lebih maju dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada pelanggan setia kami serta mendukung pengembangan pasar derivatif keuangan yang lebih efisien dan terstruktur," tambahnya.
Ilustrasi Investasi.
- pexels.com/Leeloo The First
Namun, lebih dari sekadar memperoleh izin dan memperluas layanan, perusahaan ini juga aktif mendorong literasi keuangan di masyarakat. Edukasi menjadi salah satu nilai inti yang terus mereka bawa. Dari seminar offline hingga kelas daring, masyarakat diajak untuk tidak hanya ikut-ikutan tren investasi, tetapi benar-benar memahami risiko, strategi, serta karakteristik instrumen yang dipilih—mulai dari forex, emas, komoditas, hingga indeks.
Di tengah maraknya tawaran investasi instan dengan iming-iming keuntungan besar, pendekatan seperti ini terasa segar dan relevan. Literasi keuangan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi peran penting bagi para pelaku industri. Masyarakat yang melek investasi, tahu hak dan kewajibannya, serta memahami mekanisme pasar, akan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Apalagi dengan adanya perlindungan saldo negatif, transparansi harga, bebas swap, hingga jaminan dana nasabah dari lembaga kliring, semua itu menunjukkan bahwa industri ini mulai berbenah ke arah yang lebih bertanggung jawab. Para investor pun tidak hanya ditawarkan keuntungan, tetapi juga diberi alat untuk mengembangkan pengetahuan mereka.
