Masyarakat India Percaya Urine Sapi Bisa Tangkal Virus Corona

Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Virus corona COVID-19 hingga kini telah menginfeksi 34 orang di Indonesia dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Virus yang mulanya muncul di kota Wuhan di China ini telah menyebar dan menyebabkan kematian lebih dari 4.500 orang di dunia.

Sudah Ditemukan di Indonesia, Ini Bedanya Virus HMPV dan COVID-19?

Makin banyaknya kasus infeksi membuat beberapa pihak mulai mengusulkan teori untuk meminimalisir penyebaran virus. Salah satunya adalah menggunakan urine sapi, yang disarankan oleh legislator Partai Bharatiya Janata (BPJ) dari negara bagian Uttarakhand di India.

Sanjay Gupta, seorang legislator Partai BJP dari daerah Laksar di Haridwar meyakini bahwa ritual Hindu kuno dan urine sapi dapat membunuh virus di udara dan di dalam tubuh.

Virus HMPV yang Merebak di China Telah Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejala Ini

"Beribadah dengan ritual Veda kuno agama Hindu akan membantu membunuh virus corona yang mematikan di udara," kata Gupta, dilansir Sputniknews, Kamis 12 Maret 2020.

Dia bahkan menyebut membersihkan lantai dengan kotoran sapi juga akan membantu dalam memberantas virus.

Deretan Fakta Virus HMPV yang Merebak di China, Akankah Jadi Pandemi Seperti Covid-19?

"Sebelumnya orang-orang biasanya menyapu lantai rumah dengan kotoran sapi, karena itu bersifat sebagai disinfektan yang sudah terbukti. Tetapi sekarang orang melupakannya. Saya yakin jika memulai lagi, virus tidak akan memasuki rumah mereka. Selain itu, orang juga harus minum gaumutra (urine sapi) untuk mencegah infeksi virus karena memiliki sifat antivirus yang ajaib," ujarnya.

Sebelumnya, seorang pemimpin salah satu organisasi Hindu mengadakan 'pesta' urine sapi, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa itu bisa digunakan untuk melindungi diri dari dampak virus corona. Kotoran dan urine sapi dalam agama Hindu diyakini mengandung khasiat yang dapat menyembuhkan penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati.

Dinkes Jakarta Imbau Warga Tak Panik Hadapi HMPV: Tak Seperti Covid-19

Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, menyatakan virus Human Metapneumovirus atau HMPV, bukan virus baru dan sudah dikenal di dunia medis. Untuk itu, masyarakat jangan panik.

img_title
VIVA.co.id
9 Januari 2025