Harry Aveling Profesor Penerjemah dari Australia Yang Cinta Sastra Indonesia
- abc
"Dalam menulis orang Indonesia lebih bebas. Ibaratnya "setuju atau tidak, tidak apalah", kalau menurut pendapat saya. Sedangkan kalau Melayu lebih hati-hati."
Selama puluhan tahun Harry sudah menerjemahkan karya sastra dari Bahasa Indonesia, Malaysia, dan Prancis di Vietnam.
Daya tarik Bahasa Indonesia semakin menjadi di mata Harry melihat potensi berkembangnya.
Contoh perkembangan yang tampak saat ini adalah penggunaan slang, khususnya di kalangan remaja Indonesia.
"Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup dan berkembang. Tapi jangan harap saya paham yang sudah berkembang sekarang karena sudah tua." jawabnya sembari tertawa.
Harry dapat melihat dengan jelas perbedaan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu yang ia gunakan selama tumbuh di Australia.
"Sastra Indonesia sangat menarik. Pribadi dan tulisannya bagus sekali. Sikap pemandangan terhadap dunia pun sedikit berbeda dengan orang Australia."
Tantangan selama 50 tahun
Suka duka seorang penerjemah sudah Harry alami selama lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam dunia menerjemahkan karya sastra.
Salah satu tantangan yang Harry hadapi adalah kewajiban memahami budaya dari teks yang ia terjemahkan.