Viral Ada Robot Mirip Manusia Punya Otot dan Saraf, Berdarah Jika Terkena Tusukan!

Viral Ada Robot Mirip Manusia Punya Otot dan Saraf
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @fakta.indo

Jakarta, VIVA – Perusahaan asal Polandia, Clone Robotics baru-baru ini tengah menggemparkan dunia. Hal itu dikarenakan mereka telah meluncurkan prototipe robot yang tampak seperti manusia asli.

Pentingnya Memilih Furniture yang Mengutamakan Fungsi dan Estetika

Robot bernama Protoclone yang meniru struktur otot dan sistem saraf manusia. Menggunakan teknologi Myofiber, robot ini dapat bergerak dengan lebih alami dan bahkan bisa “kehabisan darah” jika ditusuk.

Ilustrasi robot.

Photo :
  • Robotic
Kolaborasi Ivan Gunawan Hadirkan Koleksi Busana Mewah Bernuansa Kerajaan Mughal

Dalam video berdurasi 40 detik yang diunggah di media sosial, Protoclone terlihat tergantung melakukan gerakan dinamis dengan wajah yang di balik topeng hitam reflektif.

“Anda bisa menusuknya dengan garpu dan dia akan berdarah.” kata CEO Clone, Dhanush Rad dikutip VIVA dari HindustanTimes, Senin 24 Februari 2025.

Viral Ada Robot Generasi Terbaru yang Bisa Bantu Pekerjaan Rumah

Lebih lanjut, robot ini merupakan android musculoskeletal bipedal pertama di dunia yang mampu berjalan dan berinteraksi dengan lingkungan secara alami.

Dengan lebih dari 1.000 Myofiber, 500 sensor, dan lebih dari 200 derajat kebebasan gerak, robot ini memiliki potensi untuk melakukan berbagai tugas, mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga industri.

Perlu diketahui, Protoclone ini memiliki desain yang akurat, lengkap dengan sistem saraf canggih yang mencakup kamera kedalaman, sensor inersia, dan sensor tekanan, yang memungkinkan gerakan yang tepat dan pembelajaran secara real-time.

Produksi massal dari Protoclone akan segera dimulai, dengan pemesanan awal dibuka akhir tahun ini.

Sebagai tambahan informasi, Clone Robotics memulai dengan membuat tangan robot yang meniru fungsi manusia menggunakan tulang dan otot buatan. Kini, perusahaan tersebut telah mengembangkan desain humanoidnya untuk mencapai kemampuan berjalan alami.

Meskipun teknologi ini menawarkan potensi besar dalam berbagai bidang, penting untuk mempertimbangkan aspek etis dan regulasi dalam pengembangannya agar tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya