Fakta-fakta Sains yang akan Mengejutkan Warga Bumi

Ilustrasi hujan meteor.
Sumber :
  • Instagram/@sunmansundhu

Jakarta, VIVA – Riset sains dan eksplorasi antariksa mencapai batu loncatan tertinggi selama 12 bulan terakhir.

Fenomena Langka Akan Menghiasi Langit Bumi, Siap-Siap Tercengang

Pada 2024, kita mempelajari bahwa galaksi jauh lebih besar dari yang diduga sebelumnya, bagaimana Eropa membangun Roket Ariana 6, dan apa yang terjadi pada tubuh astronot jika terdampar di luar angkasa.

Tahun ini diprediksi akan sama menariknya bagi dunia sains, tetapi apa yang akan terjadi?

Akan Muncul Cahaya Misterius Malam Ini hingga Menjelang Fajar

Mengutip situs DW, Senin, 6 Januari 2025, Suni Williams dan Butch Wilmore akan kembali ke Bumi pada Maret 2025.

Kedua astronot ditinggalkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Juni 2024, setelah wahana yang mereka hendak tumpangi memiliki masalah.

Cahaya Misterius Hilir Mudik 2 Hari di Langit Malam

Kerusakan itu menyebabkan misi yang seharusnya berlangsung selama delapan hari menjadi sembilam bulan.

Kedua astronot tersebut kini telah bergabung dengan Crew-9, misi dari SpaceX yang diluncurkan ke ISS untuk membawa keduanya pulang.

Crew-9 awalnya direncanakan untuk kembali ke Bumi pada Februari 2025, tetapi NASA mengumumkan pada Desember bahwa mereka akan menunda peluncuran Crew-10, yang akan menggantikan Crew-9.

Lalu, Crew-10 ditunda selama sebulan, yang berarti para astronot akan kembali ke Bumi pada Maret jika tidak ada penundaan lebih lanjut.

Pada 2025, akan menandakan pertama kalinya Badan Antariksa Eropa, ESA, menganalisis ekosistem Bumi dari luar angkasa.

Satelit FLuorescence EXplorer, FLEX, dikembangkan untuk memetakan kesehatan dan tingkat stres tanaman di seluruh dunia. Rencananya, FLEX akan beroperasi selama tiga setengah tahun sejak peluncuran.

Satelit tersebut menyertakan instrumen baru yang mampu mengukur aktivitas fotosintesis dari luar angkasa untuk pertama kalinya.

Instrumen tersebut, yang disebut FLORIS, mendeteksi tingkat fluoresensi vegetasi untuk merekam fotosintesis dalam skala massal.

Hasil pemantauan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana ekosistem tanaman memengaruhi siklus karbon global.

Misi ESA terpisah yang diluncurkan pada 2025 juga akan menganalisis hutan Bumi. Misi tersebut akan mengukur informasi tentang keadaan hutan kita dan bagaimana hutan tersebut berubah.

Hasil dari kedua misi ESA dapat membantu menguatkan kebijakan seputar perlindungan perubahan iklim, pengelolaan pertanian, dan ketahanan pangan.

Tahun ini, akan menjadi tahun krusial bagi rencana NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan sebagai bagian dari program Artemis.

Namun begitu, roket berukuran raksasa itu belum akan diterbangkan. Sebaliknya, para penggemar antariksa akan menyaksikan kemajuan NASA dalam menandai tonggak-tonggak penting dalam persiapan misi Artemis II.

Pada 2022, Artemis I berhasil menguji wahana penerbangan Orion tanpa awak ke orbit Bulan. Artemis II adalah misi lanjutan yang bertujuan untuk menerbangkan awak manusia di 2026.

Misi Artemis III akan menempatkan manusia kembali di permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.

Misi Artemis II dimaksudkan untuk diluncurkan pada akhir tahun ini, tapi telah diundur hingga April 2026 paling cepat.

Penundaan dilakukan untuk memberi lebih banyak waktu guna mengatasi masalah yang terdeteksi pada Orion pada misi pertamanya.

Waktu tambahan juga disambut oleh penyuplai antariksa SpaceX dan Axiom Space yang masih mengembangkan wahana pendaratan Bulan Starship dan pakaian antariksa baru.

Para astronot akan menggunakan fasilitas LUNA di Jerman untuk berlatih untuk perjalanan mendatang ke permukaan Bulan.

Hujan Meteor Quadrantid berlangsung dari pertengahan November hingga pertengahan Januari setiap tahun, serta mencapai puncaknya pada 3 Januari 2025.

Meteor akan memancar dari langit utara tetapi muncul di semua bagian langit. Hujan Meteor Eta Aquariids juga akan terlihat dari 20 April hingga 21 Mei.

Eta Aquariids akan terlihat mencolok di daerah tropis tetapi juga dapat dilihat di utara khatulistiwa. Puncak Eta Aquariids terjadi pada 3-4 Mei 2025.

Tanggal lain untuk kalender ruang angkasa Anda adalah 14 Maret, ketika Gerhana Bulan Total akan terlihat di Pasifik, Amerika, Eropa Barat, dan Afrika Barat. Tergantung di mana Anda tinggal, Anda akan memiliki kesempatan kedua tahun ini pada 7 September, ketika Gerhana Bulan akan terlihat di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya