Ketat, 3 Ponsel China Berebut Pasar Konsumen Kelas Menengah Indonesia

Oppo F11 Pro.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Novina Putri Bestari

VIVA – Beberapa bulan terakhir banyak dari vendor smartphone yang merilis perangkat terbaru mereka di Indonesia.

Adapun samrtphone yang mereka bawa masuk dalam kategori kelas bawah, menengah hingga atas atau premium. Basisnya berasal dari China, Korea Selatan, dan Finlandia.

Saat VIVA mencoba menelusuri ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, untuk smartphone kelas bawah dan menengah ada dua merek atau brand asal China yang bersaing ketat, Oppo dan Vivo.

Masing-masing dari mereka memiliki promotor yang gencar menawarkan produk kepada pelanggan yang datang.

Launching Vivo V15 di Malaysia

Smartphone VIVO V15.

Berdasarkan informasi yang didapat VIVA, keduanya bersaing ketat dan paling banyak dicari masyarakat. Terlebih saat ini mereka mengeluarkan smartphone dengan kamera pop-up di kelas yang sama, di mana Oppo mengeluarkan F11 Pro dan Vivo dengan V15 dan V15 Pro.

"Dari harga juga enggak beda jauh. Vivo V15 Rp4,4 juta dan Oppo F11 Pro Rp5 juta," kata karyawan toko ponsel yang enggan disebut namanya, Sabtu, 23 Maret 2019.

Redmi 14C Siap Jadi Teman Drakor

Selain Oppo F11 Pro dan Vivo V15, juga yang paling banyak dicari adalah Oppo A3s yang harganya mulai dari Rp1,8 juta, Vivo Y91 yang dibanderol Rp2 juta, serta Vivo Y93 senilai Rp2,3 juta.

Bukan hanya Oppo dan Vivo yang bersaing berebut pasar, vendor smartphone China lainnya, Xiaomi, juga menjadi merek yang paling banyak dicari.

Realme 13+ 5G: Bawa Kualitas Gaming hingga 120 fps

Namun sayangnya perangkat yang dicari konsumen belum tersedia di pasaran, seperti Xiaomi Redmi Note 7, di mana smartphone mulai tersedia pada Rabu, 27 Maret 2019.

Redmi Note 7

Perangkat Listrik Ini Lindungi Rumah dari Bahaya Kebakaran dan Kesetrum
Redmi Note 7.
Memilih Smartphone Baru

Jangan Salah Pilih! 7 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Membeli Smartphone Baru

Mungkin banyak dari kita yang terjebak dalam godaan membeli ponsel hanya karena melihat promo besar atau mengikuti tren tanpa benar-benar memahami apa yang dibutuhkan.

img_title
VIVA.co.id
8 November 2024