Rusaknya Manajemen Valencia Jadi Penyebab Prandelli Mundur

Cesare Prandelli
Sumber :
  • Zimbio.com

VIVA.co.id – Valencia baru saja ditinggal oleh pelatihnya, Cesare Prandelli. Secara mengejutkan, Prandelli mundur dengan dalih kesulitan mengangkat performa Valencia.

Raja Spanyol Dilempari Telur hingga Lumpur saat Kunjungi Korban Banjir

Namun, ada alasan lain yang lebih krusial dalam mundurnya Prandelli. Kebobrokan yang terjadi dalam tubuh manajemen klub diyakini menjadi penyebab utama Prandelli mundur.

Terkait isu tersebut, Prandelli angkat bicara. Dia tak menampik ada yang salah dengan manajemen Valencia.

Arne Slot Bikin Untung Liverpool: Cuma Beli Dua, Jual 6 Pemain

Khususnya dalam hal transfer pemain. Semua bermula kala mantan pelatih Timnas Italia tersebut meminta kepada manajemen klub untuk mendatangkan sejumlah pemain, salah satunya adalah Simone Zaza.

Direktur Olahraga Valencia, Suso Garcia Pitarch, menjadi orang yang bertanggung jawab atas permintaan Prandelli.

Hansi Flick Penuh Gairah Tatap Duel Valencia Vs Barcelona

Yang terjadi justru sebaliknya, Suso tak menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut Prandelli, Suso selalu menunda kepindahan Zaza, hingga akhirnya transfer tersebut gagal.

"Beberapa kali, saya bicara dengan Zaza. Dia mau datang ke Valencia dengan senang hati," kata Prandelli.

"Suso pernah bilang, urusan Zaza sudah beres. Tapi, kenyataannya, ketika saya kembali dari liburan, transfernya belum kunjung selesai," lanjutnya seperti dilansir Football Espana.

Kegagalan mendatangkan Zaza, diprediksi Prandelli, tak hanya disebabkan oleh kesalahan Suso. Tapi, ada campur tangan juga dari Chairwomen Valencia, Lay Hoon Chan.

Pria 53 tahun tersebut ingat ketika Chan mengungkapkan kebijakan transfer Valencia. "Dia bilang tak perlu datangkan empat pemain, satu sudah cukup. Kondisi ini membuat saya ingin pergi, dan saya bilang ke Suso," ujar Prandelli.

Jajaran direksi Valencia, dianggap oleh Prandelli, terlalu penuh. Hal tersebut membuat birokrasi Valencia begitu rumit. 

"Ya, sangat penuh. Ini sepakbola. Butuh perasaan untuk mengelola sepakbola," kecam Prandelli. (one)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya