Opini Berani Solskjaer: MU Tertinggal Jauh Jika Terus di Old Trafford
- Daily Mirror
Inggris – Mantan manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengutarakan opini yang terbilang berani. Karena dia menilai tim bakal tertinggal jika terus bertahan di Stadion Old Trafford.
Belakangan muncul wacana agar manajemen MU melakukan renovasi Old Trafford. Akan tetapi, itu agak sulit dilakukan, karena posisi stadion berkapasitas 74 ribu penonton lebih itu.
Kesulitan renovasi Old Trafford tidak cuma satu faktor saja. Ada jalur kereta api dan kanal di dekat stadion yang membuat proses menjadi rumit. Bahkan diprediksi jika nekat melakukan renovasi, butuh waktu sekira 6 sampai 10 tahun.
Karena dengan melakukan renovasi, infrastruktur di sekitar Old Trafford, sepertit tempat parkir, jalan raya, dan stasiun ikut berubah. Kemudian muncul gagasan untuk membangun stadion baru.
Solskjaer menjadi salah satu orang yang pro terhadap pembangunan stadion baru. Namun, itu jelas bertentangan dengan sebagian besar suporter MU yang menganggap kepindahan akan menghilangkan sejarah klub.
"Kita harus bergerak seiring waktu dan saat ini sesuatu harus terjadi. Entah itu renovasi atau stadion baru karena kita akan tertinggal jika tetap tinggal di tempat yang sama," kata Solskjaer, dikutip dari Reuters.
Perihal sejarah tim berjuluk Setan Merah yang ditakutkan hilang, Solskjaer merujuk proses kepindahan tempat latihan klub sebelumnya. Menurut dia sampai sekarang, itu tidaklah jadi masalah.
Situasi tersebut yang menurut juru taktik asal Norwegia menganggap stadion baru untuk MU adalah hal yang perlu. Karena ini juga penting bagi kemajuan Setan Merah ke depannya.
"Isu ini pasti akan memecah belah suporter, karena sejarah itu penting. Tapi kami pernah menukar The Cliff, yang merupakan ikon bagi MU dan Busby Babes dengan Carrington. Sepertinya kita harus membangun stadion baru," tuturnya.
Sejak dibangun pada 1910 dan langsung menjadi markas Manchester United, Old Trafford sudah mengalami delapan kali renovasi, yang terakhir pada 2006. Rekam sejarah itulah yang menjadi pertimbangan suporter untuk kontra terhadap pembangunan stadion baru.