Legenda MU: Suporter Manchester City Konyol Pukul Kiper Aston Villa
- skysport
VIVA – Suporter Manchester City melakukan selebrasi setelah juara Premier League musim 2021/2022, Senin 23 Mei 2022. Namun ada kejadian tak terduga, terlihat para suporter ManCity masuk kelapangan dan ada yang mendorong kiper Aston Villa, Robin Olsen.
ManCity resmi meraih gelar Premier League setelah berhasil mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-2 di Stadion Etihad, tiga gol yang dicetak oleh Manchester City masih-masih oleh dua gol Ilkay Gundogan dan satu gol Rodri.
Manchester City unggul satu poin atas Liverpool, yang di pertandingan pekan terakhir The Reds meraih kemenangan 3-1 saat menghadapi Wolverhampton. Setelah ManCity dinyatakan juara, para suporter The Citizen masuk ke lapangan, namun ada yang tertangkap kamera salah satu dari suporter ManCity melakukan pendorongan dan pemukulan terhadap kiper Aston Villa.
Atas kejadian itu, legenda Manchester United memberikan kecaman kepada para suporter Manchester City atas tindakan berlebihan yang dilakukan kepada kiper Aston Villa, Roy Keane tidak memahami apa yang dilakukan oleh suporter Manchester City.
Seperti dikutip dari Sky Sports, Roy Keane mengatakan "Ini memalukan, ini bisa menyebabkan seorang pemain atau pelatih akan terluka parah," kata mantan kapten Manchester United
Roy Keane menambahkan lebih lanjut, "Jika Anda cukup marah untuk datang dan memukul pemain, maka Anda cukup gila untuk datang dan melakukan sesuatu yang konyol seperti menusuk pemain. Sesuatu yang gila akan terjadi," ungkap Roy Keane.
Selain Roy Keane, Gary Neville pun memberikan tanggapan atas kejadian yang menimpa mantan kiper Everton itu, seperti diungkapkan langsung melalui Sky Sports.
"Jelas kami melihat banyak anak-anak kecil yang datang untuk menyaksikan pertandingan, dan tiba-tiba dalam beberapa minggu, kami mendapati para idiot ini tidak hanya berlari di lapangan tetapi juga menyerang pemain," kata Naville
Sebelum menutup pembicaraan mantan pemain Timnas Inggris itu mengatakan lebih lanjut "Berlari ke lapangan karena Manchester City juara, kami sangat mengerti, akan tetapi menyerang pemain di lapangan itu merupakan tindakan yang sangat konyol," tutup Gary Neville.