Pria Tuna Wicara Berbaju Persib Dikeroyok di Stasiun Jatinegara, Polisi Selidiki Pelaku
- VIVA.co.id/Andrew Tito
Jakarta, VIVA — Insiden pengeroyokan terjadi di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu 16 Februari 2025, ketika seorang pria berbaju Persib Bandung dikejar dan dipukul oleh sejumlah orang yang diduga pendukung Persija Jakarta, The Jakmania.
Korban diketahui bernama Iwan, seorang warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Yang lebih memilukan, Iwan merupakan seorang tuna wicara yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal untuk meminta pertolongan.
Bukan Penonton Pertandingan
Penasihat Viking Jabodetabek, Faizal Rahman, menegaskan bahwa Iwan bukan bagian dari suporter yang hadir dalam pertandingan Persija melawan tim tamu di Jakarta pada hari itu.
“Korban ini kemungkinan hanya sedang berkunjung ke Jakarta. Kebetulan, saat kejadian, dia mengenakan jersey Persib. Dia bukan bagian dari penonton pertandingan, dan yang lebih disayangkan, dia juga berkebutuhan khusus,” ujar Faizal.
Pria Berjersey Persib yang Dikeroyok Jakmania Diduga Disabilitas Rungu-Wicara
- Istimewa
Detik-Detik Pengeroyokan
Kejadian ini terekam dalam video yang beredar di media sosial melalui akun @jabodetabek24info. Dalam video tersebut, terlihat Iwan berusaha melarikan diri dari kejaran sekelompok orang yang mengenakan atribut Persija.
Korban tampak ketakutan dan bahkan melompat dari satu peron ke peron lainnya dalam upaya menyelamatkan diri. Namun, pengejaran terus berlanjut hingga akhirnya petugas KRL turun tangan untuk menghentikan aksi brutal tersebut.
Setelah berhasil diamankan, korban langsung dibawa ke ruang Pos Kesehatan Stasiun Jatinegara untuk mendapatkan pertolongan medis. Akibat pengeroyokan tersebut, Iwan mengalami luka pada pelipis sebelah kirinya.
“Korban langsung ditangani petugas KRL dan dibawa ke Pos Kesehatan untuk diberikan pertolongan pertama,” ujar Humas Kereta Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, Selasa (18/2/2025).
Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak, terutama dari komunitas suporter sepak bola yang mengutuk segala bentuk kekerasan atas nama rivalitas klub. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku dan memastikan tindakan hukum yang sesuai.
“Kami sedang mengumpulkan bukti dan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku,” ujar seorang petugas kepolisian yang menangani kasus ini.
Namun, kejadian ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya menekan aksi kekerasan di kalangan suporter sepak bola di Indonesia.