Tragedi Maut Suporter, MU Minta AFC dan FIFA Turun Tangan
- Instagram/@emdisi.official
VIVA – Pasca penghentian kompetisi Liga, Madura United FC, mendesak agar dibentuk tim independen dalam penanganan tragedi tewasnya suporter Persija, Haringga Sirla.
Manajer Madura United Haruna Soemitro mengatakan, pembentukan tim independen diharapkan bisa menghasilkan keputusan yang benar-benar memberikan efek jera.
"Kami sangat setuju kompetisi berhenti dulu. Bentuk tim independen, harus bebas kepentingan dan hanya melihat rule yang ada. Kalau perlu tim Komdis AFC atau FIFA yang menangani masalah ini," ujar Haruna.
Desakan membentuk tim independen sekaligus AFC dan FIFA ikut turun tangan, lanjut Haruna, diharapkan benar-benar bisa membuat jargon "respect" dalam sepakbola bisa terjadi di Indonesia.
"Pada dasarnya kami menginginkan agar respect yang selalu menjadi jargon sepakbola bisa benar-benar diwujudkan dalam bentuk rill dan semestinya," harap mantan Ketua Asprov PSSI Jawa Timur.
Seperti diketahui, peristiwa berdarah yang mengakibatkan meninggalnya Haringga merupakan korban ketujuh akibat rivalitas suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta, sejak 2012 silam.
Akibat insiden ini, sejumlah pihak mendesak penghentian kompetisi, termasuk Kemenpora sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Beberapa jam kemudian, PSSI resmi menghentikan kompetisi Liga 1 tanpa batas waktu yang ditentukan. (ase)