FIFA Terima Laporan Korupsi Piala Dunia 2018 dan 2022

Trofi Piala Dunia
Sumber :
  • REUTERS/Darren Staples
VIVAbola
Nasib Miris Buruh Migran Bangun Stadion Piala Dunia 2022
- FIFA menyatakan bahwa telah menerima laporan hasil investigasi yang dilakukan jaksa Amerika Serikat, Michael Garcia, soal kemungkinan korupsi yang terjadi di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Tanpa Ronaldo, Portugal Takluk dari Rusia

Garcia ditugaskan oleh federasi sepakbola tertinggi dunia itu untuk menginvestigasi praktik korupsi dalam proses
18 Tim Lolos ke Piala Eropa, Siapa Menyusul?
bidding
untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.


Investigasi ini dilakukan oleh FIFA setelah muncul berbagai isu yang mengatakan bahwa Rusia dan Qatar berhasil terpilih karena suap dan korupsi.

Setelah proses panjang dan lama, FIFA akhirnya mengonfirmasi telah menerima laporan dari Garcia pada hari Jumat kemarin, 5 September 2014.

"Ketua Komite Etik FIFA, Michael J Garcia, dan Wakil Ketua, Cornel Borbely telah memberikan laporan setebal 350 halaman berjudul Report on the Inquiry into the 2018/2022 Fifa World Cup Bidding Process," tulis FIFA dalam situs resminya.

Laporan tersebut menjabarkan secara detail penemuan terbaru yang akan diberikan pada komite FIFA yang lain sekaligus membuat rekomendasi bagaimana proses bidding selanjutnya.

"Sekarang keputusan final menyangkut laporan itu akan dilakukan oleh dewan federasi sesuai kode etik FIFA. Keputusan akan segera dipublikasikan," kata FIFA.

Laporan itu dibuat setelah lebih dari 75 saksi mata diwawancarai dan termasuk lebih dari 200.000 halaman materi yang berhasil ditemukan.

FIFA kemungkinan tidak akan membuka laporan tersebut secara keseluruhan. Presiden FIFA, Sepp Blatter, adalah salah satu dari sosok senior yang akan menentukan bagian laporan mana yang boleh disebar ke publik. (ms)
Pemain Prancis, N'Golo Kante, saat rayakan gol.

Drama 6 Gol, Prancis Kalahkan Rusia

N'Golo Kante mencetak gol perdananya untuk Prancis.

img_title
VIVA.co.id
30 Maret 2016