Harga Kemahalan, Pemain Timnas Disamakan Barang Supermarket
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id – Chief Executive Officer (CEO) PSM Makassar, Munarfi Arifuddin, mengungkapkan tidak tertarik untuk merekrut pemain jebolan tim nasional Indonesia, karena beranggapan nilai kontrak pemain timnas terlalu tinggi, sementara kualitasnya tak jauh berbeda dengan sejumlah pemain lokal lainnya.
"Kalau dianalogikan, pemain timnas itu seperti barang di supermarket, harga barangnya sudah jelas beda dibanding yang dijual biasa di luar. Jadi ngapain kita belanja di supermarket kalau kualitas barang di luar sama dan lebih murah," tutur Munarfi.
Selain itu, menurut Munarfi, kualitas pemain lokal di PSM juga tidak kalah dengan para pemain timnas yang ikut berlaga di ajang AFF 2016 kemarin.
"Kualitas pemain kita juga tidak kalah jauh dari pemain timnas. Hanya beda sedikit saja," nilainya.
Munarfi menjelaskan, PSM berencana mendatangkan enam pemain lokal dan tiga pemain asing setelah melepas sembilan pemain. Karena itu, pihaknya tengah mepersiapkan dana Rp20 miliar untuk membentuk komposisi pemain jelang kompetisi musim 2017 mendatang.
"Dana itu untuk jangka panjang. Selain menyiapkan biaya kontrak pemain, itu juga sebagai persiapan biaya operasional sepanjang laga nantinya," jelasnya.
Meski begitu, Munarfi tetap berharap ada sponsor yang dapat membantu mendanai PSM di liga resmi mendatang. Beberapa perusahaan nasional sudah diajak bertemu oleh PSM untuk mengisi slot sponsor yang kosong.
Namun, Ia tetap akan membatasi jumlah sponsor yang ingin ikut bergabung bersama skuad Juku Eja. "Kita tidak mau kostum PSM mirip atau seperti kostum balap. Penuh dengan sponsor-sponsor. Kalau ada yang mau, kita harap angka-angkanya secara bisnis bisa bagus," ungkap Munarfi.