Hiboo Raup Pendanaan Rp16,5 Miliar, Fokus pada Penguatan Bisnis dan Inovasi
- Istimewa
Jakarta, VIVA – Industri perawatan bayi di Indonesia terus mengalami pertumbuhan, didukung oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas produk dan perkembangan platform e-commerce. Dalam dinamika pasar yang kompetitif ini, berbagai merek berlomba untuk memperkuat posisinya, termasuk Hiboo.
Hiboo merupakan merek perawatan kulit bayi, yang baru saja memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangannya. Perusahaan mengumumkan, mereka telah mendapatkan pendanaan ekuitas sebesar USD1 juta atau setara Rp16,5 miliar dalam putaran yang dipimpin oleh Trihill Capital, Kopital Ventures, dan Mulia Sky Capital.
Pendanaan ini disebut akan digunakan untuk memperluas bisnis dan memperkuat kehadiran merek di pasar skincare bayi Indonesia. Hal itu disampaikan Juan Adiputra Kartawidjaja, Founder dan CEO Hiboo.
Dia mengatakan, pendanaan ini akan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. "Pendanaan ini akan memungkinkan kami mendukung skalabilitas bisnis sekaligus tetap berfokus pada misi kami," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat, 28 Maret 2025.
Menurut keterangan resmi perusahaan, dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk penguatan strategi pemasaran, pengembangan produk, serta perekrutan sumber daya manusia. Selain itu, sebagian dana akan digunakan untuk riset pasar guna memahami kebutuhan konsumen lebih lanjut dan meningkatkan operasional bisnis.
Lebih lanjut, Valerianus Ian Sulaiman, VP of Investments Trihill Capital, menyebut bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas produk serta pertumbuhan jaringan ritel menjadi faktor yang mendorong perkembangan industri ini.
"Kesadaran masyarakat terhadap kualitas produk meningkat dengan pesat. Hal ini didukung oleh perkembangan media sosial dan digital marketing. Brand nasional memiliki posisi yang strategis karena dapat merespons lebih cepat terhadap aspirasi masyarakat Indonesia. Terlebih lagi, kami juga melihat perkembangan yang cepat di sisi jaringan ritel yang mendukung pertumbuhan pasar ini," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa keputusan investasi ini didasarkan pada potensi pertumbuhan Hiboo.
"Trihill Capital melihat potensi besar dalam pertumbuhan Hiboo Baby, terutama dengan dukungan pendanaan yang tepat. Keyakinan ini diperkuat oleh rekam jejak pendiri Hiboo Baby yang terbukti mampu mengeksekusi strategi distribusi dengan efektif," ujar Valerianus.
Ilustrasi Bayi
Menurut data yang dikutip dalam keterangan resmi, pasar skincare bayi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,27%, dari USD 1,925 miliar (Rp31,7 triliun) pada 2025 menjadi USD 2,490 miliar (Rp41 triliun) pada 2030.
"Melalui komitmen kami untuk terus berkembang, Hiboo bertekad untuk menjadi pemimpin pasar dalam skincare bayi dan juga kids supplements di Indonesia pada 2025. Kami akan terus memperluas produk yang kami tawarkan dan memperkuat posisi di pasar yang semakin kompetitif, demi memberikan yang terbaik bagi konsumen," tutup Juan.
