Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Aman sampai Pasca Lebaran Idul Fitri

Ilustrasi harga pangan / bahan pokok.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Jakarta, VIVA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan pokok strategis jelang Idul Fitri 2025 mencukupi dan stok aman. Stok itu mencakup beras, jagung, minyak goreng, daging, gula, hingga telur ayam.

Silaturahmi saat Lebaran, Melly Goeslaw Ungkap Sikap Prabowo Subianto Setelah Jadi Presiden

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan ketersediaan jika dilihat pada stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang di bawah naungan BUMN pangan pada beberapa komoditas masih memadai.

"Pemerintah yakin ketersediaan masih cukup dan aman sampai Lebaran dan pasca-Lebaran nanti. Kita juga telah menyiapkan langkah-langkah menghadapi kemungkinan fluktuasi harga tatkala pedagang Pasar Induk sudah mulai sepi. Ini terjadi di tahun lalu, jadi kita telah siap," kata Arief, dalam keterangannya Kamis, 27 Maret 2025.

Banyak Konsumsi Makanan Berlemak Saat Lebaran? Begini Cara Susut Perut 5 Cm dalam 5 Hari

Arief menyampaikan per 26 Maret untuk cadangan beras total ada 2,27 juta ton. Lalu, jagung 113 ribu ton, minyak goreng 86 ribu kiloliter, daging kerbau 39 ribu ton, gula pasir 18 ribu ton, daging sapi 4 ribu ton, telur ayam 45 ton.

TPID melakukan monitoring stok pangan di NTB.

Photo :
  • VIVA/Satria Zulfikar (Mataram)
Pesta Petasan Maut di Pamekasan Akibatkan Satu Orang Meninggal

Selain itu, Bapanas juga mencatat stok cadangan beras Pemerintah Provinsi. Pun, sampai pertengahan Maret ini, tercatat total 6,8 ribu ton yang tersebar di seluruh provinsi kecuali Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. 

"Dengan memadukan kekuatan stok cadangan mulai dari pusat sampai daerah, tentunya pemerintah dapat mengupayakan intervensi stabilisasi pangan lebih intensif lagi," jelasnya.

Sementara, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan pihaknya bersama segenap pemerintah daerah telah berkomitmen mendorong 4 instrumen. Selain itu, menjaga fluktuasi harga pangan dalam momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) kali ini.

"Tentunya kita harus antisipasi fluktuasi harga seperti yang dijelaskan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional. Ini karena hasil pantauan harga pangan yang kami bahas di rakor memang ada pergerakan harga seperti cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi hingga telur ayam," jelas Ketut.

Dia menuturkan pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk memasifkan pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah. 

"Baik itu dengan APBD, mandiri atau bahkan CSR. Program subsidi harga pangan juga sangat baik dapat diimplementasikan. Ini pasti mampu memberikan stimulus pada daya beli masyarakat," lanjut Ketut.

Selain itu, program mobilisasi stok pangan dengan memberikan subsidi ongkos biaya angkut juga diharapkan bisa mengatasi ketimpangan harga di berbagai daerah. 

Ketut pun mengajak agar saling berkoordinasi antara Satgas Pangan Polri dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang digagas Bank Indonesia di setiap daerah. Kolaborasi itu dengan pengintensifan pemantauan harga pangan pokok di setiap lini pasar, distributor hingga ke gudang-gudang BUMN/BUMD pangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya