IHSG Anjlok Sebelum Pengumuman Struktur Pengurus Danantara, Ini Kata Rosan
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Jakarta, VIVA – Chief Executive Office (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani buka suara soal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan saham emiten BUMN pada hari ini. IHSG pada perdagangan hari ini sempat anjlok ke level 4 persen.
Rosan mengatakan, untuk saat ini fundamental BUMN-BUMN yang ada di bawah Danantara masih bagus. Menurutnya, pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh banyak faktor.
"Kan semua itu banyak faktor ya, yang penting kalau kami melihanya bahwa fundamental perusahaan-perusahaan di kita BUMN kita baik semua. Baik tidak hanya secara standar kita, tapi juga standar internasional," ujar Rosan di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.
Rosan meyakini, ke depan IHSG akan kembali normal. "Saya meyakini, kita semua meyakini ini akan bounce back akan meningkat ke depannya. Kan ini banyak faktor ya, tapi kita yakin ini ke depannya, ini harga pasti akan menekan, kembali lagi fundamental perusahaan kita bagus," tegasnya.
Chief Executive Office (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir
- VIVA.co.id/Anisa Aulia
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir mengatakan anjloknya harga saham tidak hanya terjadi di Indonesia. Dia menjelaskan, secara global negara-negara lain turut mengalami tekanan serupa
"Secara global memang pasar modal sedang bergejolak, bukan saja disini di Thailand malah mungkin sekarang lebih buruk lagi, Di Turki sedang mengalami banyak gerakan, dan juga misalnya Anda lihat di Nasdaq Di Amerika," katanya.
Pandu menjelaskan, anjloknya harga saham ini dipengaruhi oleh sentimen makro. Dia berharap, dengan pengumuman struktur Danantara ini akan membuat pasar saham Indonesia stabil.
"Tapi ini mungkin semoga pada hari ini meet the team ini bisa memberi jawaban untuk beberapa hal concern micro risk yang ada menyangkut pasar Indonesia," imbuhnya.