Prabowo Panggil Pengusaha ke Istana, Anindya Bakrie: Kita Mesti Kompak Ciptakan Iklim Sehat
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Jakarta, VIVA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menyatakan pengusaha dan pemerintah akan kompak untuk menciptakan iklim investasi yang sehat di Indonesia. Dia mengatakan itu di Istana Kepresidenan dalam rangka memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto
Anin, sapaan akrabnya mengatakan, saat ini dunia sedang menghadapi ketidakpastian. Maka itu, Kadin sebagai pelaku usaha akan mendengarkan masukan Presiden Prabowo untuk memperkuat perekonomian domestik.
"Ada beberapa teman pengusaha yang hadir. Ya kita ciptakanlah iklim yang sehat, kepastian hukum yang baik. Tapi, tujuannya justru seperti saat ini kita mesti kompak," ujar Anin, Jumat, 7 Maret 2025.
Presiden RI Prabowo Subianto meneken Keppres terkait organisasi dan tata kelola BPI Danantara (sumber: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
- VIVA.co.id/Yeni Lestari
Anin menyatakan, Kadin berkomitmen dengan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan mengentaskan kemiskinan di Tanah Air.
"Kadin itu pastikan fokusnya ke dunia usaha bagaimana bisa mengentaskan kemiskinan, pertumbuhan juga jalan menuju 8 persen. Tapi, ya bagaimana antara pemerintah dengan Kadin bisa bekerja sama lebih baik lagi," jelas Anin.
Sebelumnya, dari pantauan VIVA di Istana Kepresidenan, hadir sejumlah pengusaha nasional untuk memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto.
Para pengusaha yang datang antara lain Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam; pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan; Pemilik Salim Group yang merupakan induk dari Indofood, Anthony Salim.
Lalu, pengusaha Garibaldi 'Boy' Thohir, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie; Ketua Dewan Usaha Kadin Indonesia sekaligus Founder CT Corps, Chairul Tanjung (CT).
Selain itu, ada juga Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady; Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro; Bos Grup Sinarmas Franky Oesman Widjaja, dan pemilik Arta Graha, Tommy Winata.
