Gandeng LPDB-UMKM, GP Ansor Siap Bantu Gerakkan Ekonomi Lewat Koperasi dan UMKM
- Istimewa
Jakarta, VIVA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor), Addin Jauharuddin menegaskan, para kader GP Ansor mampu menggerakkan kemandirian ekonomi Indonesia melalui upaya pengembangan Koperasi dan UMKM. Hal itu diutarakan Addin, dalam konsolidasi Komunitas Koperasi dan Pengusaha Ansor bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan UMKM di Jakarta Selatan.
"GP Ansor tidak hanya berbicara di mimbar, tetapi turun ke lapangan membangun kesejahteraan. Dari Jakarta hingga pelosok Indonesia, kami adalah patriot kesejahteraan umat," kata Addin dalam keterangannya, Rabu, 26 Februari 2025.
Ilustrasi Bisnis UMKM.
- Dok. Istimewa
Dia menjelaskan, fokus para kader Ansor yakni pada dua hal utama, yaitu pengembangan dan penguatan SDM organisasi serta ekonomi bisnis organisasi.
"Melalui program 'Ansor Masa Depan BISA', Addin memastikan mesin organisasi akan mengorganisir dan mengorkestrasi anak muda, termasuk dalam inovasi teknologi dan kolaborasi dengan jejaring lembaga terkait," ujarnya.
Senada, Wakil Sekjen Bidang Pengembangan Koperasi dan UMKM PP GP Ansor, Ahmad Riduan Hasibuan menjelaskan, kegiatan ini akan dilaksanakan di semua daerah secara paralel, agar dapat mengagregasi potensi ekonomi kader Ansor yang masih berjalan sendiri-sendiri untuk naik kelas dan kolaboratif.
Selain diskusi, para pengusaha dan pengelola koperasi terbaik dari kader Ansor area Jawa dan Lampung, dengan total valuasi omzet mencapai Rp 2 miliar, juga turut dihadirkan. Mereka dinilai terbukti sukses berbagai sektor usaha, mulai dari ritel, kuliner, pertanian hingga teknologi.
"Ansor merupakan aset bangsa, organisasi besar yang punya keragaman kader dari legislatif, Bawaslu, KPU, pendamping desa, penggerak desa yang banyak tersebar di seluruh Indonesia. Itu merupakan aset sosial yang bisa dikembangkan lebih jauh," Ferry.
"Kami berharap, jika konsolidasi ekonomi berjalan efektif, maka negara akan sangat terbantu dalam menaikkan angka ekonomi nasional," ujarnya.