Produk UMKM Binaan BUMN Laris Manis, Raup Rp5,7 Miliar di INACRAFT 2025
- Dokumentasi Kementerian BUMN.
Jakarta, VIVA – Pameran INACRAFT 2025 kembali menjadi ajang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan produk unggulan mereka. Tahun ini, Kementerian BUMN melalui Rumah BUMN menghadirkan 52 UMKM binaan dengan 149 jenis produk dalam kategori fashion, kerajinan tangan, dan aksesoris.
Dukungan bagi UMKM, tidak hanya terbatas pada pendampingan, tetapi juga menciptakan peluang yang lebih luas agar mereka mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Selama pameran berlangsung, nilai transaksi yang dicatat oleh UMKM binaan Rumah BUMN mencapai Rp5,7 miliar, dengan jumlah pengunjung yang menembus angka 100.000 orang.
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa BUMN berperan sebagai akselerator bagi UMKM untuk berkembang. “BUMN tidak hanya hadir sebagai pendukung, tetapi sebagai akselerator bagi UMKM naik kelas," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat, 21 Februari 2025.
"Produk-produk yang ada di Rumah BUMN hari ini adalah bukti bahwa mereka semakin berkualitas dan siap bersaing di pasar global. Ini adalah langkah nyata kita dalam mendorong kewirausahaan dan memperkuat industri kreatif, sebagaimana yang diamanatkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” sambung dia.
Sebagai bagian dari program pemberdayaan UMKM, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut serta dalam pameran dengan memfasilitasi dua UMKM binaan, Hastadana Batik Tulis Lasem dan Saleen. Kedua UMKM tersebut berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp60 juta selama lima hari penyelenggaraan INACRAFT 2025.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan daya tarik produk lokal yang mampu bersaing di pasar. Dia mengatakan, partisipasi dalam INACRAFT 2025 bukan sekadar tentang penjualan, tetapi juga bagian dari strategi pemberdayaan jangka panjang.
"Kami terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, serta memperluas akses pasar, baik melalui pameran seperti ini maupun melalui platform digital,” kata Vita.
Salah satu pelaku UMKM binaan SIG, Pebrika Sinta dari Hastadana Batik Lasem, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada Rumah BUMN SIG yang telah banyak mendukung kami selama ini sehingga kami bisa berkembang dan berkesempatan mengikuti pameran kelas internasional seperti ini,” ujarnya.
Melalui sinergi antara BUMN dan UMKM, diharapkan semakin banyak produk lokal yang dapat menembus pasar global, sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional melalui industri kreatif.