IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Rebound
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 3 poin atau 0,05 persen di level 6784, pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 Februari 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
"IHSG hari ini berpotensi tes support di 6750 dulu. Jika kuat bertahan di support tersebut, potensi teknikal rebound short term," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 21 Februari 2025.
Papan elektronik IHSG di Bursa Efek Indonesia.
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis kemarin, yang terjadi akibat mempertimbangkan tarif yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump, sebesar 25 persen untuk impor otomotif, semikonduktor, dan farmasi.
Trump menuturkan, bea masuk dapat diterapkan paling cepat pada 2 April 2025. Namun, Dia tidak menyebutkan apakah bea masuk akan ditujukan pada impor dari negara-negara tertentu atau berlaku luas.
Indeks ASX 200 Australia turun 1,14 persen, dimana tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman di Australia juga akan naik 4,1 persen pada Januari 2025, dari 4 persen pada bulan lalu.
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,24 persen, dan Topix berkurang 1,18 persen. Di Korea Selatan, Indeks Kospi melemah 0,65 persen, Kosdaq menurun 1,28 persen, dan Indeks Hang Seng turun 1,60 persen.
Sementara itu, di wall street menguat pada perdagangan Rabu lalu, meski the The Fed tetap hati-hati. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan mengenakan lebih banyak tarif.
"Level support IHSG di 6725-6680, sedangkan level resist berada di 6865-6925," ujarnya.