Luhut Ungkap Usulan DEN soal Prabowo Mau Efisiensi Anggaran hingga Rp 750 Triliun
- VIVA.co.id/Anisa Aulia
Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tahun ini sebesar Rp 306,69 triliun akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi. Namun, dia berharap dampak ini tidak akan signifikan ke ekonomi RI.
Luhut mengatakan, saat ini pemerintah tengah mencermati pengaruh efisiensi anggaran ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2 persen.
"Ya kita lihat lah, kan sekarang mulai diperhatikan dengan cermat, ya disesuaikan dengan cepat. Saya berharap tidak banyak, kalaupun ada tidak akan banyak," ujar Luhut di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Luhut mengatakan, dalam efisiensi anggaran ini DEN sudah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengevaluasi area-area yang menjadi catatan untuk dilakukan penghematan.
Penasehat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut
- VIVA/Lazuardhi Utama
"Kita sudah usulkan untuk kita mengevaluasi area-area yang harus kita perlu perhatikan," jelasnya.
Adapun terkait pernyataan Prabowo terkait efisiensi anggaran akan mencapai Rp 750 triliun, dengan melalui tiga tahap. Luhut mengatakan bahwa efisiensi akan dilakukan dengan hati-hati.
"Sekarang saya kira belajar dengan pemutaran pertama ini, kita pastilah lebih hati-hati. Efisiensi itu menurut saya, akan menggoyang semua supaya betul-betul jangan mengeluarkan anggaran yang enggak perlu-perlu soalnya kan banyak nih yang nggak perlu," katanya.
Penasehat Khusus Presiden dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan
- VIVA/Ahmad Farhan Faris
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto memangkas APBN dan APBD 2025 menjadi lebih hemat sebesar Rp 306,69 triliun. Penerbitan Inpres 1/2025 ditujukan bagi para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para Gubernur, dan para Bupati atau Wali Kota.
"Efisiensi atas anggaran belanja negara Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 306,69 triliun," dikutip dalam Inpres yang dikeluarkan Presiden Prabowo, Kamis, 23 Januari 2025.
Penghematan itu dilakukan dengan cara reviu masing-masing atas anggaran belanja di kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 256,1 triliun dan dana Transfer ke Daerah (TKD) Rp 50,59 triliun.