Sebut Emas dan Perak ‘Uang Tuhan’, Ikuti 3 Aturan Robert Kiyosaki yang Bikin Kaya Raya
- Freepik/drobotdean
Jakarta, VIVA – Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, baru-baru ini membuat pernyataan yang mendesak orang untuk memikirkan ulang cara membangun kekayaan. Ia menyampaikan aturan sederhana menginvestasikan emas dan perak dalam memaksimalkan keuntungan untuk menjadi kaya raya.
Buku yang pertama kali terbit pada tahun 1997, memuat pandangan Kiyosaki dalam membangun kekayaan yang bertolak belakang dengan cara konvensional. Tidak heran, pendeketannya kerap menjadi kontroversi.
Dalam cuitan di X pada 17 Februari 2025, Kiyosaki mengutip dari buku terlarisnya terkait prinsip-prinsip yang diklaim lebih relevan. Khususnya di tengah peningkatan ketidakstabilan ekonomi mulai dari fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK), lonjakan harga rumah hingga nilai mata uang fiat semakin terkikis imbas inflasi.
Kiyosaki menyinggung Bitcoin sebagai uang rakyat sementara emas dan perak sebagai uang Tuhan. Lebih jauh, ia menyarankan orang untuk mulai berhenti menabung untuk mencapai kesuksesan finansial.
Penulis buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki.
- Istimewa
Ia juga meminta agar tidak berinvestasi pada aset hanya untuk mempertahankan nilai kekayaan. Meskipun, instrumen tersebut dianggap tahan inflasi dan kemerosotan ekonomi.
Dikutip dari The Economic Times pada Rabu, 19 Februari 2025, cuitan Kiyosaki menyoroti tiga aturan yang Ayah Kaya (Rich Dad) terapkan dalam memupuk harta. Ia yakin prinsip tersebut penting untuk menjaga kesehatan finansial pada tahun 2025 ini.
Orang Kaya Tidak Bekerja Demi Uang
Ilustrasi orang kaya yang sukses
- freepik.com
Pendekatan pertama adalah orang kaya tidak bekerja demi uang. Pernyataan ini sangat kontras dengan pandangan umum yang meyakini bekerja jadi cara untuk menjadi kaya.
"Pada tahun 2025, jutaan karyawan kehilangan pekerjaan. Orang kaya adalah wirausahawan, yaitu orang yang menciptakan lapangan kerja dan bekerja untuk menciptakan aset," tulisnya.
Pandangan ini menjadi inti dari buku Rich Dad Poor Dad di bawah ketergantungan terhadap gaji bulanan rentan mengalami kemerosotan ekonomi. Sehingga Kiyosaki mendorong untuk membangun bisnis untuk mencapai financial freedom melalui pendapatan pasif.
Rumah Bukan Aset, Catat!
Aturan kedua Kiyosaki memperingatkan rumah bukanlah aset karena aset merupakan sesuatu yang dapat menghasilkan uang tanpa harus bekerja. Sedangkan liabilitas adalah sesuatu hal yang membuat Anda harus mengeluarkan uang.
Dalam beberapa bulan terakhir, kenaikan suku bunga dan inflasi menyebabkan harga rumah melonjak. Alhasil, impian memiliki rumah semakin sulit tercapai karena harganya yang sangat mahal.
Secara historis, permintaan rumah terus menunjukkan penurunan. Pasar yang kompetitif diprediksi akan bertahan sampai akhir tahun 2025 dengan pertumbuhan diperhitungkan sekitar 3 persen.
Permintaan yang diukur mengacu pada penjualan rumah (EHS) masih sangat rendah. Sedangkan, persediaan perumahan secara bertahap terus meningkat sehingga tidak disarankan sebagai aset.
Orang yang Menabung Itu Pecundang
Ilustrasi menyisihakan uang untuk menabung dan dana darurat
- freepik.com/freepik
Selanjutnya, Kiyosaki menuturkan bahwa orang yang gemar menabung adalah pecundang. Pernyataan ini mengacu pada penurunan nilai mata uang fiat yang disebabkan inflasi akibat pencetakan uang berlebihan sehingga mengikis nilai tabungan tunai.
Kiyosaki menyarankan untuk beralih ke aset berwujud seperti emas dan perak yang ia klaim sebagai uang Tuhan. Sementara itu, Bitcoin disebut sebagai uang rakyat.
"Jutaan orang pintar menabung emas, perak dan Bitcoin," tulis Kiyosaki.
Pemberlakukan tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi penyebab penurunan harga emas, perak dan Bitcoin. Kiyosaki menilai kondisi ideal membeli ketiga aset tersebut.