IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Menguat Terdorong Pernyataan Xi Jinping

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 3 poin atau 0,05 persen di level 6877, pada pembukaan perdagangan Rabu, 19 Februari 2025.

Retail Research BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana mengatakan, IHSG bakal menguat terbatas pada perdagangan hari ini.

"IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas dengan uji level resist 6930," kata Nico dalam riset hariannya, Rabu, 19 Februari 2025.

Bursa saham Asia-Pasifik bervariasi pada Selasa kemarin, sehari setelah Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengisyaratkan dukungannya kepada sektor swasta dan mendesak para pebisnis untuk 'menunjukkan bakat' mereka.

Xi Jinping saat mengambil sumpah presiden

Photo :
  • The Guardian

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,66 persen jelang keputusan kebijakan Bank Sentral Australia, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,10 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,25 persen, Indeks Topix naik 0,31 persen, Indeks Korea Selatan yakni Kospi menguat 0,63 persen, dan Kosdaq naik 0,67 persen. Kemudian, Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,59 persen, CSI 300 China melemah 0,88 persen, dan Taiex Taiwan naik 0,68 persen.

"Singapura dipastikan akan segera menyelenggarakan anggaran pertamanya, di bawah Perdana Menteri Lawrence Wong nanti," ujarnya.

Dibuka Menghijau, IHSG Diprediksi Lanjut Menguat Seiring Pasar yang Kembali Confidence

Para analis memperkirakan akan ada lebih banyak dukungan bagi rumah tangga dan bisnis, saat negara-kota itu bersiap untuk pemilihan umum pada November 2025.

"Level support IHSG di 6848-6830, sedangkan level resist berada di 6933-6957," ujarnya.

IHSG Masih Rawan Koreksi, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan dari Analis
Ilustrasi grafik pergerakan IHSG

Rupiah hingga IHSG Diprediksi Anjlok Buntut Produk RI Kena Tarif 32 Persen dari Trump

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi ambruk usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif impor 32 persen ke Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
3 April 2025