Bank Mandiri Bakal Buyback Saham Rp 1,17 Triliun, Manajemen Beberkan Tujuannya
- Bank Mandiri
Jakarta, VIVA – Emiten perbankan Himbara yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), bakal melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan dengan nilai mencapai sebesar Rp 1,17 triliun.
Melalui Keterbukaan Informasi BEI, pihak Manajemen mengatakan bahwa aksi korporasi itu masih harus menunggu persetujuan para pemegang saham, yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
Manajemen menambahkan, langkah itu akan diikuti dengan pengalihan saham hasil buyback sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023. Sementara proses buyback itu sendiri dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus.
"Dan diselesaikan paling lambat 12 bulan setelah tanggal RUPS yang menyetujui buyback," kata pihak manajemen dalam keterangannya, Senin, 17 Februari 2025.
Bank Mandiri meluncurkan fitur dan layanan digital terbaru
- Bank Mandiri
Manajemen BMRI menambahkan, pelaksanaan buyback akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan Perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Perseroan tidak melakukan buyback jika akan mengakibatkan berkurangnya jumlah saham pada suatu tingkat tertentu, yang dapat mengurangi secara signifikan likuiditas saham di Bursa Efek," ujarnya.
Sebagai informasi, RUPS Bank Mandiri rencananya bakal digelar pada 25 Maret 2025. Apabila usulan disetujui, maka diperkirakan program buyback akan berlangsung dari tanggal 26 Maret 2025 hingga 25 Maret 2026. Manajemen berharap, program buyback ini juga dapat memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan, guna menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan.
Bank Mandiri memperkenalkan layanan verifikasi Bank Garansi
- Bank Mandiri
Sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan, dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal itu seiring tujuan lainnya, di mana saham hasil buyback akan dialihkan untuk pelaksanaan program kepemilikan saham bagi pegawai.
Supaya, hal itu dapat mendorong engagement terhadap keberlanjutan peningkatan kinerja perseroan dalam jangka panjang. Sementara, sumber pendanaan buyback nantinya akan berasal dari optimalisasi kas Perseroan, dan telah memenuhi ketentuan POJK 29/2023.