Pemerintah Buka Peluang Konser Musik hingga Deterjen Jadi Objek Barang Kena Cukai

Ilustrasi konser musik
Sumber :
  • YG Entertainment

Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan sedang melakukan kajian untuk pengenaan cukai pada tiket konser musik hingga deterjen. Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Iyan Rubiyanto mengatakan, beberapa tahun lalu pihaknya hampir mengenakan cukai untuk compact disc (CD). Hal ini karena banyaknya protes dari kalangan artis mengenai maraknya penjualan CD bajakan.

Pemerintah Batal Kenakan Cukai Plastik pada 2025, Ini Alasannya

"Beberapa tahun yang lalu kita pernah hampir memungut cukai CD bajakan, niatnya bagus. Itu dulu 10 persen resmi, 90 persennya itu di Glodok di pinggir jalan," ujar Iyan dalam Kuliah Umum Menggali Potensi Cukai di STAN, dikutip Rabu, 24 Juli 2024.

Selain itu, Bea Cukai juga akan mengenakan cukai untuk tiket konser musik. Hal ini dilakukan karena tingginya animo masyarakat, yang juga diperkirakan akan menghasilkan potensi ekonomi yang besar. 

99 Eksportir Diblokir Bea Cukai Gegara Tak Parkir Devisa Hasil Ekspor di RI

"Ini tiket hiburan, ini kadang-kadang kemarin sold out, sampai ada konser lagi di Singapura dan itu dibeli. Masyarakat Indonesia saya kira kaya-kaya Pak, bisa dinaikin," ujarnya.

Junk food

Photo :
Kolaborasi Megah Lintas Generasi! Bank Mandiri Hadirkan Konser SUPER DIVA di Indonesia Arena

Lebih lanjut, Bea Cukai juga memasukkan rumah mewah, fast food atau makanan cepat saji, tisu, MSG, batu bara dan deterjen dalam pra kajian barang kena cukai. 

“Tiap hari kita menggunakan deterjen. Pernah terpikir enggak (deterjen) dialirkan ke mana? Dibuang ke mana? Ikan di solokan, cere dulu banyak banget sekarang udah enggak ada lagi karena deterjen,” ujarnya

“Kesadaran ini enggak mudah. Saya kira ini dorongan ini perlu disampaikan teman-teman supaya jadi inspirasi,” sambung Iyan.

Ilustrasi WNA di Imigrasi Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

Diduga Sogok Petugas Imigrasi, WN China Minta Maaf: Uang Rp500 Ribu untuk Biaya Visa Saya

Warga negara (WN) asal China berinisial LB buka suara usai video konten diduga menyogok atau memberikan suap uang Rp500 ribu, kepada petugas Imigrasi di Bandara Soetta.

img_title
VIVA.co.id
20 Januari 2025