Rupiah Menguat Jelang BPS Rilis Inflasi Mei 2024

Uang dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menguat pada perdagangan Senin pagi, 3 Juni 2024. Rupiah tercatat menguat sebesar 24 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 16.229 per dolar AS. 

IHSG Ditutup Menguat pada Sesi I, Saham GOTO hingga UNVR Jadi Top Gainers

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau Jumat sore, mematok rupiah di angka Rp 16.251 per dolar AS. 

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra memperkirakan, nilai tukar rupiah berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS. Hal ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Dibuka Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah Imbas Ketegangan Rusia-Ukraina

Uang dolar AS dan rupiah.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

"Data Core PCE Price Index bulan April yang biasa menjadi indikator inflasi AS selain data Consumer Price Index dan Producer Price Index, dirilis lebih rendah dibandingkan perkiraan. Data month to month dirilis naik 0,2 persen, di bawah perkiraan 0,3 persen," kata Ariston kepada VIVA Bisnis Senin, 3 Juni 2024. 

Bursa Asia Meriah, Kebahagiaan Investor atas Data Inflasi Jepang Jadi Pendorong

Sedangkan dari dalam negeri, Ariston mengatakan jika rilis data inflasi yang akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) masih berada dalam sasaran target. Maka akan memberikan sentimen positif ke rupiah.

Rupiah melemah terhadap dolar AS.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa

"Dari dalam negeri, data inflasi masih bisa memberikan sentimen positif ke rupiah bila masih di kisaran target inflasi Bank Indonesia seperti yang selama ini terjadi, inflasi Indonesia bisa dikatakan stabil," terangnya. 

Adapun pada hari ini mata uang rupiah terhadap dolar AS berpotensi menguat ke arah Rp 16.200-Rp 16.180. Sedangkan potensi resisten di Rp 16.280.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya