Airlangga Pede Ekonomi RI Kuartal I-2024 Tumbuh di Atas 5 Persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis ekonomi RI pada kuartal I-2024 akan tumbuh di atas 5 persen. Dengan demikian, dia meyakini ekonomi RI sepanjang tahun 2024 tumbuh 5,2 persen. 

RI Negosiasi Pengenaan Tarif Resiprokal AS 32 Persen, Pemerintah Bakal Minta Masukan Seluruh Industri

"Kalau kita melihat sampai year to date nanti kita targetkan 5,2 persen tentu kita berharap di kuartal I-2024 angkanya cukup bagus. Tapi kita tunggu hasil resmi dari BPS," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta dikutip Selasa, 23 April 2024. 

"InsyaAllah (Pertumbuhan ekonomi kuartal-I di atas 5 persen)," sambungnya.

Transformasi Digital Dinilai Harus Jadi Pilar Utama Indonesia Imbas Kebijakan Tarif Impor Trump 32 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, usai Pemilihan Umum (Pemilu) akan mendorong optimisme perekonomian domestik. Sehingga ekonomi RI pada 2024 diperkirakan tumbuh di 5,1 persen.

Dampak Perlambatan Ekonomi Tiongkok terhadap Dinamika Perdagangan Global

"Domestik ekonomi setelah Pemilu selesai ini akan dorong optimisme. Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini 2024 antara 4,7-5,5 persen, kira-kira titik tengahnya di sektiar 5,1 persen tahun 2024," ujar  Deputi Gubernur BI, Juda Agung di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024.

Juda mengatakan, untuk inflasi di 2024 ini diperkirakan juga masih akan terjaga di kisaran sasaran Bank Indonesia, yakini 2 persen hingga 3 persen.  

"Inflasi kami perkirakan juga masih terjaga sangat terjaga di kisaran range BI 2-3 persen dan pertumbuhan kredit 10-12 persen tahun ini," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Pemerintah Bakal Panggil Pelaku Usaha Terdampak Tarif Impor Donald Trump

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah bakal memanggil para pelaku usaha yang terdampak kebijakan tarif impor Trump.

img_title
VIVA.co.id
6 April 2025