Harga Beras Naik, Inflasinya Jadi yang Tertinggi Sejak 2015
- VIVA/Anisa Aulia
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, beras mengalami inflasi pada Agustus 2023 sebesar 13,76 persen secara year on year (yoy). Inflasi itu menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2015 yang sebesar 13,44 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, kenaikan harga beras sudah terdeteksi di level produsen. Dalam hal ini harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) mengalami kenaikan.
"Fenomena yang diperoleh di antaranya ada persaingan penawaran harga oleh pembeli gabah sendiri, baik kepada petani maupun penggilingan," kata Pudji dalam konferensi pers, Jumat, 1 September 2023.
Di sisi lain, jelas Pudji, jumlah produksi beras juga mulai cenderung berkurang. Hal itu dikarenakan sudah melewati masa panen yang terjadi pada Juli lalu.
"Secara tahunan inflasi beras Agustus 2023 ini merupakan inflasi tahunan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ini terakhir kali inflasi beras yoy yang juga cukup tinggi pada Oktober 2015 yaitu sebesar 13,44 persen," kata dia.
Pudji menuturkan, secara bulanan inflasi beras Agustus yang sebesar 1,42 persen merupakan tertinggi sejak Maret 2023.
"Di mana sebelumnya pada Februari beras mengalami inflasi sebesar 2,34 persen," jelas dia.
Pudji melanjutkan, harga beras eceran pada Agustus 2023 meningkat secara bulanan maupun tahunan. Harga beras eceran meningkat sebesar 1,43 persen secara mtm.
"Selama 8 bulan terakhir atau ytd, beras mengalami inflasi 7,99 persen. Dan dari 90 kota yang dipantau, 86 kota mengalami inflasi beras dalam 8 bulan terakhir atau ytd," ujarnya.