Pelabuhan Ujung Jabung Jambi Mangkrak, Sudirman: Tanya ke Menteri Perhubungan
- Syarifuddin Nasution (Jambi)
VIVA Bisnis - Pelabuhan Ujung Jabung, Kabupaten Tunjung Jabung Timur, Jambi menjadi polemik di Jambi yang mangkrak di tiga periode Gubernur Provinsi Jambi.
Informasi dihimpun VIVA, proyek mangkrak pelabuhan senilai Rp600 miliar yang dibiayai oleh kementerian perhubungan Republik Indonesia justru seperti bangunan angker yang hanya tiang saja dibangun dan sudah bertahun-tahun.
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman saat dikonfirmasi mengatakan, jalur Ujung Jabung menjadi pelabuhan utama, awalnya pada zaman Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, namun pada zaman Gubernur Zumi Zola Ujung Jabung tidak lagi menjadi pelabuhan utama dan dipindahkan ke Pelabuhan Samudera.
"Terkait pelabuhan Ujung Jabung, Gubernur Jambi (sekarang-red) mengusulkan kembali agar bisa menjadi pelabuhan utama," ujarnya, Rabu (15/3).
Sudirman menyebutkan, selama ini, pelabuhan tersebut dibiayai oleh kementerian Perhubungan dan ia berharap bukan lagi kementerian Perhubungan yang memberikan biaya karena alokasi anggarannya besar dan ia mengharapkan investor yang akan masuk menggarap ke pelabuhan Ujung Jabung.
"Saya belum bisa mengatakan proyek gagal karena itu bisa tanyakan langsung kementerian Perhubungan karena anggarannya dari sana," jelasnya.
Sudirman jua mendesak Kementerian Perhubungan agar menjadi pelabuhan utama lagi karena pembebasan lahan sudah tuntas dan tugas menuju ke pelabuhan Ujung Jabung sudah bersih, namun ia lupa berapa hektar pembebasan lahan.
"Kalau pelabuhan belum dinaikkan status menjadi pelabuhan utama, maka belum teralokasikan anggarannya kecuali menjadi pelabuhan utama," terangnya.
Terkait tugas pemprov tugasnya membebaskan jalur ke Ujung Jabung dan sudah dilakukan, namun tinggal pembangunan pelabuhannya saja dan dalam tata ruang Provinsi sudah masuk untuk menjadi pelabuhan utama.
"Makanya tidak mudah dalam pembangunan pelabuhan Ujung Jabung dan bagi kita akan merealisasikan dulu menjadi pelabuhan utama itu yang menetapkan kementerian Perhubungan dan dari situ kita bisa masuk serta mengkomunikasikan dengan investor," tuturnya.
Sudirman mengakui, tidak mudah membangun pelabuhan Ujung Jabung karena bisa terdampak yang lain seperti persaingan industri bisnis dan ekonomi dan pembangunan Ujung Jabung sendiri sudah menghabiskan anggaran ratusan miliar.